BANDARLAMPUNG, BERJAYANEWS.COM – Pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, DPRD setempat mulai bergerak mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang.
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Gerindra, Rizaldi Adrian, mengungkapkan rencana untuk menggandeng para ahli dari perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Universitas Lampung (Unila).
Baca Lainnya :
- Fraksi PDIP DPRD Bandar Lampung Berbagi Sesama Kepada Korban Banjir
- Pansus DPRD Bandar Lampung Gelar Paripurna Bahas Laporan BPK RI untuk Pengelolaan Limbah B3 Medis
- Pansus DPRD Kota Bandar Lampung Bahas Laporan Kepatuhan Belanja Daerah Anggaran 2024
- Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Rapat Evaluasi Kinerja Pelaksanaan APBD Tahun 2024
- Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Hadiri Pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia0
“Kami di Komisi III DPRD telah berdiskusi dan sepakat untuk melibatkan para pakar guna merumuskan strategi penanganan banjir yang lebih efektif. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu dalam menemukan solusi yang tepat,” ujar Rizaldi Senin (20/1/2025).
Rizaldi menilai banjir yang terjadi pada Jumat (17/1/2025) adalah yang terbesar dalam lima tahun terakhir, dengan dampak terparah di wilayah pesisir seperti Kecamatan Panjang, Bumi Waras, Telukbetung Timur, Telukbetung Barat, dan Telukbetung Selatan. Kondisi diperparah oleh debit air dari hulu yang deras serta fenomena rob air laut.
Merespons bencana tersebut, Fraksi Gerindra DPRD Bandar Lampung telah menyalurkan bantuan sejak Sabtu (18/1/2025), termasuk makanan, air bersih, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya. “Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” tambah Rizaldi.
Ia juga menegaskan perlunya evaluasi anggaran daerah, dengan memprioritaskan alokasi dana untuk penanganan banjir, seperti perbaikan sistem drainase dan pengendalian banjir.
Lebih jauh, Rizaldi menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, swasta, dan masyarakat. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi adalah kunci untuk mewujudkan Bandar Lampung yang bebas banjir,” pungkasnya. (*)










