Laporan Wartawan Magang : Sabiluna Khorunnisa
Anggun, percaya diri, dan penuh semangat. Itulah kesan pertama saat berbincang dengan Safira Azzahra, perempuan kelahiran Bandar Lampung, 14 November 2002, yang menjadi wakil Provinsi Lampung dalam ajang bergengsi Putri Kebudayaan Nusantara 2025.
Bagi Safira, dunia pageant bukan sekadar kontestasi kecantikan. Baginya, panggung itu adalah ruang mengasah karakter, membangun kepribadian, dan menunjukkan potensi terbaik diri.
“Sebelum ikut Miss Lampung, aku memang sudah tertarik dengan dunia pageant. Dari kecil aku sering ikut lomba fashion show dan jadi model,” ujarnya tersenyum saat diwawancarai belum lama ini.
Safira percaya menjadi finalis bukan hanya soal paras, tetapi attitude, kecerdasan, dan kemampuan komunikasi.
Ia terinspirasi dari para ratu kecantikan nasional hingga internasional yang tampil memukau dan berbicara penuh wibawa.
“Aku kagum dengan mereka yang body goals, pintar bicara, dan punya attitude baik. Itu membuat aku ingin ikut dan punya impian bisa ke ajang internasional,” katanya antusias.
Dunia pageant memberikan banyak perubahan positif baginya. Ia menjadi lebih percaya diri, aktif membangun jejaring, melatih public speaking, menjaga penampilan, dan belajar bersikap profesional.
Menariknya, Safira tidak menjalani pelatihan catwalk formal. Ia belajar secara otodidak di kos sepulang kerja, memanfaatkan memori masa kecilnya saat mengikuti lomba fashion show.
Teknik foto pun ia pelajari dari para finalis nasional yang menjadi role model-nya.
“Aku belajar sendiri. Dulu waktu kecil sering ikut lomba, jadi masih ingat tekniknya,” akunya sambil tertawa.
Keseriusannya menekuni dunia pageant semakin terlihat ketika ia mengikuti ajang MisterMiss Lampung yang kemudian membuka jalan ke tingkat nasional.
“Aku ikut Miss Lampung karena kagum dengan para queen alumni yang cantik dan inspiratif. Aku ingin punya kesempatan seperti mereka,” ujarnya.
Di luar panggung pageant, Safira juga dikenal cerdas dan berorientasi masa depan.
Ia tengah menjalani internship di PT United Tractors Tbk melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) sebagai IT & Data Science Developer Intern.
“Aku daftar lewat Kampus Merdeka, ikut seleksi psikotes dan wawancara, dan alhamdulillah diterima,” jelasnya bangga.
Magang di perusahaan besar membuatnya semakin matang dalam kepemimpinan, komunikasi profesional, hingga manajemen proyek.
“Di sana aku sering presentasi project, jadi public speaking-ku juga terlatih,” ceritanya.
Ke depan, Safira memiliki impian besar berkarier di PT United Tractors, Bank Indonesia Lampung, atau perusahaan teknologi bergengsi seperti Google dan Apple Academy.
“Aku ingin terus berkembang. Bagi aku, beauty with brain itu nyata cantik luar dalam, tapi juga berprestasi dan punya visi,” tutupnya dengan senyum optimis. (*)












