Example floating
Example floating
News

Dinasti Politik Pesawaran Diguncang Kasus Korupsi SPAM, Publik Pertanyakan Selisih Nilai Proyek dan Aset Sitaan

×

Dinasti Politik Pesawaran Diguncang Kasus Korupsi SPAM, Publik Pertanyakan Selisih Nilai Proyek dan Aset Sitaan

Share this article
Eks Bupati Pesawaran Dendi Rhomadona jadi Tersangka Kasus Proyek SPAM Rp8 Miliar

BERJAYANEWS.COM,- Dinamika politik di Bumi Andan Jejama kembali menjadi sorotan setelah muncul perkembangan terbaru dalam kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2022.

Kasus yang menjerat mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, ini kini ikut menyeret stabilitas dinasti politik keluarga Zulkifli Anwar.

Zulkifli Anwar, tokoh senior politik Lampung sekaligus mantan Bupati Lampung Selatan yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI, selama ini dikenal memiliki pengaruh kuat di Pesawaran.

Pengaruh tersebut berlanjut melalui dua periode kepemimpinan putranya, Dendi Ramadhona, dan diteruskan oleh istrinya, Nanda Indira, yang baru dilantik sebagai Bupati Pesawaran.

Namun perjalanan politik keluarga ini terguncang setelah Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penyitaan besar-besaran terkait kasus dugaan korupsi SPAM.

Pada 10 Desember 2025, Kejati menyita berbagai aset bernilai fantastis, di antaranya tanah dan bangunan senilai Rp41,3 miliar yang tercatat atas nama pihak lain, uang tunai miliaran rupiah, mobil mewah, serta sekitar 40 tas bermerek dengan nilai total mencapai Rp800 juta.

Perkembangan kasus semakin menarik perhatian publik setelah Bupati Nanda Indira diperiksa penyidik Kejati Lampung selama lebih dari 10 jam pada 11 Desember 2025. Pemeriksaan tersebut dilakukan tidak lama setelah suaminya ditetapkan sebagai tersangka.

Di tengah perkembangan ini, muncul pertanyaan besar dari masyarakat terkait ketidakwajaran perbandingan nilai proyek dan hasil penyitaan. Proyek SPAM Pesawaran tahun 2022 diketahui bernilai sekitar Rp8 miliar. Namun total aset yang disita Kejati Lampung mencapai lebih dari Rp45 miliar.

Selisih yang sangat besar ini menimbulkan dugaan bahwa praktik korupsi tidak hanya terjadi pada proyek SPAM, tetapi mungkin terkait dengan kegiatan atau aliran dana lain.

Publik pun meminta Kejati Lampung memberikan penjelasan yang transparan mengenai asal-usul selisih puluhan miliar tersebut.

Publik menilai, penyidik Kejati perlu menjabarkan kronologi serta alur uang secara rinci untuk menjawab spekulasi yang berkembang. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan penegakan hukum berjalan objektif.

Kasus ini diprediksi akan terus bergulir dan berpotensi mempengaruhi peta politik Pesawaran, termasuk kekuatan dinasti Zulkifli Anwar yang selama ini mendominasi wilayah tersebut. (Wen/Mor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *