BERJAYANEWS.COM – Ancaman judi online kian mengkhawatirkan di kalangan pelajar dan Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah taktis.
Melalui rapat koordinasi evaluasi program “GAJAH BETIK” (Gerakan Menjelajah dan Belajar dengan TIK), pemerintah menyepakati komitmen lintas sektoral membentengi generasi muda dari jeratan platform ilegal tersebut.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Kota Bandar Lampung pada Kamis, 18 Desember 2025, menjadi ajang diseminasi sekaligus penentuan arah kebijakan literasi digital tahun depan.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung, Ari Rodiansyah, menegaskan rapat ini merupakan bentuk refleksi atas pelaksanaan program inovasi yang telah berjalan sejak awal November lalu.
“Rapat ini adalah diseminasi, semacam refleksi dari pelaksanaan program GAJAH BETIK. Kami memaparkan apa saja yang sudah dilakukan dalam jangka pendek dua bulan ini, sekaligus mengunci komitmen dengan instansi terkait untuk keberlanjutan di tahun 2026,” ujar Ari saat ditemui usai rapat, Kamis (18/12/2025).
Dalam pemaparannya, Ari menjelaskan bahwa GAJAH BETIK tidak hanya mengandalkan sosialisasi konvensional.
Selain kunjungan ke sekolah-sekolah, program ini telah memproduksi enam video animasi edutainment yang diunggah melalui akun Instagram @perpustakaankotabdl untuk menjangkau pelajar secara digital.
Bukan sekadar diskusi, rapat tersebut membuahkan Deklarasi Bersama “Membangun Generasi Literat Digital Bandar Lampung 2026”. Terdapat lima poin krusial yang disepakati seluruh OPD yang hadir, di antaranya:
Integrasi Kurikulum & Kegiatan: Menjadikan literasi digital dan kecerdasan finansial sebagai pilar pembangunan SDM.
Sinergi Teknis: Diskominfo akan fokus pada keamanan data dan identifikasi konten berbahaya, sementara Dinas PPPA memberikan pendampingan dari perspektif perlindungan anak.
Dukungan Operasional: Dinas Pendidikan berkomitmen memfasilitasi akses penuh bagi siswa untuk terlibat dalam program ini.
Ari menekankan kolaborasi penting karena masalah judi online tidak bisa diselesaikan satu instansi saja. Peran guru BK dan wali murid juga disorot dalam rapat untuk membangun lingkungan pertemanan siswa yang positif.
Meski saat ini fokus pada jenjang SD dan SMP sesuai kewenangan pemerintah kota, Ari menyebut konten edukasi yang dihasilkan tetap relevan untuk masyarakat umum dan orang tua.
“Harapan kami di 2026, internal kami semakin solid dalam memproduksi konten menarik, dan komitmen yang sudah ditandatangani hari ini benar-benar dijalankan secara nyata, bukan sekadar di atas kertas,” tutupnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama, mulai dari Dinas Pendidikan, Diskominfo, DPPPA, Bapperida, hingga perwakilan sekolah lokus seperti SMPN 1 dan SDN 2 Rawa Laut. (smd)












