BERJAYANEWS.COM — Musibah tanah longsor melanda kawasan pemukiman dijalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Selasa (30/12/2025)
Lokasi kejadian yang berada tepat dilereng Bukit Randu membuat proses penanganan material reruntuhan cukup menantang akibat kondisi geografis yang curam dan akses jalan yang sempit.
Menanggapi situasi tersebut, berbagai unsur gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, TNI (Kodim 0410/KBL), Kepolisian (Polresta Bandar Lampung), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Mitra Kodim 0410, Linmas serta warga masyarakat sekitar, bahu-membahu melakukan pembersihan dilokasi kejadian, Rabu (31/12/2025)
Berdasarkan pantauan dilapangan, puluhan personel gabungan bersama warga setempat membentuk barisan, bergotong royong memindahkan bongkahan material bangunan secara estafet.
Hal ini dilakukan karena alat berat sulit menjangkau titik longsor yang berada di tengah pemukiman padat penduduk.
Satu persatu material berupa batu bata, kayu, hingga seng dipindahkan untuk membuka akses yang tertimbun.
Selain material bangunan, petugas juga fokus menyingkirkan konstruksi rangka atap baja ringan yang cukup berat guna mengantisipasi kerusakan lebih lanjut pada bangunan di bawahnya.
Petugas dilapangan juga mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih fluktuatif dan kondisi tanah yang labil di area perbukitan. Beberapa jaringan kabel listrik di sekitar lokasi telah dipastikan dalam kondisi nonaktif untuk menjamin keamanan petugas dan warga selama proses pembersihan berlangsung.
“Kami dari BPBD, bersama rekan-rekan TNI, Polri, aparat kelurahan, Mitra Kodim, fokus mempercepat proses pembersihan agar kondisi segera kondusif. Kami terus memantau pergerakan tanah di sini,” ujar salah satu petugas BPBD dilokasi.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden yang terjadi, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan normalisasi area agar warga dapat beraktivitas kembali dengan aman.
(silo)












