​Berjayanews.com. Suasana khidmat menyelimuti Ruang Rapat Gedung A, Institut Teknologi Sumatera (Itera). Ketika jarum jam menunjukkan pukul 10.00 Wib, rombongan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPD LPM) Provinsi Lampung tiba untuk sebuah misi kemanusiaan yang menyentuh hati. Senin (06/01/2026).
​Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD LPM Lampung, Drs. Hi. Ahmad Bastian, SY, yang juga merupakan Anggota DPD RI. Didampingi Sekretaris LPM Lampung, Ali Sopyan, SH, serta Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Hi. Topan Indrakarsa, SH, MH.
Bersama beberapa pengurus inti seperti, Wakil Sekretaris, Arista dan A. Faanzir Zarami, Ketua Tenaga Ahli Organisasi, Dhanily, A.S.P., S.H.
Turut hadir memperkuat barisan solidaritas itu, Ketua DPD LPM Bandar Lampung Busroni, S.H, M.H, Ketua DPD LPM Lampung Timur, Usman, serta beberapa pengurus seperti, Irma Syafitri, Novi Sari Fonda, Johan Alamsyah dan Kodirman Wijaya.
​Aksi sosial ini bukanlah kali pertama bagi LPM Lampung.
Sebelumnya, lembaga ini juga telah menunjukkan komitmen serupa dengan menyalurkan bantuannya kepada mahasiswa terdampak bencana Sumatera yang ada di Universitas Lampung (Unila) dan UIN Raden Intan Lampung.
Pemberian bantuan itu kini diterima juga oleh ratusan mahasiswa Itera dari beragam program studi dan lintas semester berbeda.
Diketahui bersama, kondisi pada sebagian wilayah yang terdampak bencana alam di Sumatera, yakni Aceh, Medan, dan Padang, sebagian telah hancur porak-poranda akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Yang menyebabkan, ribuan nyawa melayang dan musnahkan harta benda penduduknya.
​Dihadapan mahasiswa yang berduka, Ahmad Bastian memberikan wejangan guna bangkitkan semangat.
Bang Bas, panggilan akrab pria low profile itu menegaskan, jika para mahasiswa tidak sendirian dalam menghadapi musibah yang terjadi.
​”Kalian adalah masa depan bangsa yang sedang diuji ketangguhannya. Jangan biarkan duka memutus harapan pendidikan kalian. Bantuan ini hanyalah jembatan kecil, namun doa dan dukungan kami sebagai orangtua di Lampung akan selalu menyertai langkah kalian,” ujarnya, dengan nada lembut.
​Perkataan Ahmad Bastian, menyiratkan sebuah harapan.
Banyak dari mereka yang tertunduk, meresapi setiap kalimat penguat dari Senator muda ini, layaknya orangtua bagi mereka diperantauan.
​Suasana kian haru. Ketika sejumlah mahasiswa menceritakan beban penderitaan keluarganya.
Ditengah masa perkuliahan, mereka harus menerima kenyataan pahit.
Rumah dan seluruh harta benda yang dimiliki, kini hancur dan hanyut terbawa banjir.
​Bahkan, diantara mereka ada yang harus merelakan anggota keluarganya yang meninggal dunia akibat tenggelam atau tertimbun material tanah longsor.
​Sekretaris DPD LPM Lampung, Ali Sopyan, SH, sampaikan pesan moralnya.
Ali mengingatkan, pentingnya menjaga kesehatan mental dan tetap fokus pada tujuan awal mereka datang ke Lampung. Sebagai Mahasiswa yang menuntut ilmu.
​”Musibah adalah takdir ketetapan, namun bagaimana kita bangkit, itu adalah pilihan. Dan Kami hadir, memastikan kalian tetap punyai pilihan, untuk bangkit menjadi sukses,” tegas Ali sambil menyerahkan santunan secara simbolis.
​Senada, Ketua OKK Hi. Topan Indrakarsa, SH, MH, ikut menambahkan, jika bentuk solidaritas kemanusiaan, melampaui semua batasan wilayah. Topan menekankan jika LPM akan terus berupaya menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi sosial, terutama di Provinsi Lampung.
“LPM miliknya masyarakat. Maka LPM harus selalu ada dihati seluruh lapisan masyarakat” urai Topan
Upaya LPM sangat direspon pihak kampus.
Dipaparkan Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan moril dan materil yang diberikan LPM.
Menurut Rektor, hadirnya LPM seperti ikut menghapus airmata mahasiswanya.
​”Kami sangat mengapresiasi gerak cepat LPM Lampung. Dukungan ini sangat berarti bagi kesehatan psikis mahasiswa kami yang keluarganya tertimpa musibah di Aceh, Medan, dan Padang. Ini adalah energi bagi mereka untuk terus bertahan,” ungkap Prof. Nyoman.
​Penyerahan bantuan berlangsung haru.
Terlihat mata mahasiswa berkaca-kaca menerima santunan.
Rizka Nur Fadila, Mahasiswi asal Aceh
program studi Perencanaan wilayah dan kota, serta, Daffa Sidiq, Mahasiswa jurusan teknik geologi asal Padang, yang mewakili rekan-rekannya menyampaikan, bantuan ini sangat meringankan beban operasional mereka. Karena kiriman biaya dari keluarganya, jadi terhenti akibat bencana.
Berdasarkan perkembangan data terbaru yang disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan, situasi dan penanganan pascabencana dihari ke-38 pada Minggu (04/01/2026).
Adapun jumlah korban yang meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, mencapai 1.177 orang. Dan sebanyak 242.174 orang, sudah berada diarea pengungsian.
Sementara infrastruktur berupa akses jalan dan jembatan disejumlah lokasi musibah, masih banyak yang terputus.
​”Terima kasih banyak LPM Lampung. Bantuan ini sangat membantu kami untuk bertahan hidup disini. Disaat orang tua dan keluarga kami disana, masih sangat merasakan penderitaan atas musibah yang terjadi” tutur Daffa, dengan suara terbata-bata.
“Saya pun ucapkan banyak terimakasih yang mendalam kepada bapak-bapak LPM atas bantuan dan dukungannya” sambung Riska seperti tahan tangis.
​Acara lalu ditutup dengan doa bersama. Yang dibacakan dengan sangat menyentuh hati.
Semua hadirin dalam ruangan mendoakan agar, para korban yang wafat, mendapatkan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa. (Silo)












