BERJAYANEWS.COM,- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengunjungi Taman Nasional Way Kambas bersama Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta Forkopimda Lampung Timur.
Kunjungan berlangsung hangat dengan momen kebersamaan bersama Nisa, gajah usil Way Kambas. Tawa dan cerita mengalir di tengah keindahan alam, memperlihatkan kedekatan pemimpin daerah dengan ikon konservasi kebanggaan Lampung.
Kunjungan ini juga sekaligus Upaya mengakhiri konflik berkepanjangan antara gajah liar Sumatera dan warga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mulai menemukan titik terang.
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan langkah terpadu, mulai dari pembangunan pagar permanen hingga pelibatan langsung TNI di lapangan.
Pagar pembatas sepanjang 60 hingga 70 kilometer direncanakan dibangun di sepanjang batas kawasan TNWK. Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 dan saat ini telah memasuki tahap survei awal.
Pembangunan dilakukan bertahap mempertimbangkan faktor lingkungan, keselamatan satwa, serta efektivitas perlindungan bagi warga desa penyangga yang selama ini hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.
Sambil menunggu proyek rampung, TNI diterjunkan membantu masyarakat mengantisipasi masuknya kawanan gajah ke permukiman.
Panglima Kodam XXI/Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan keterlibatan prajurit merupakan bagian dari tugas perbantuan TNI kepada pemerintah daerah.
“Personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu membantu masyarakat menghalau gajah liar sekaligus menjaga keamanan desa penyangga Taman Nasional Way Kambas,” ujar Kristomei. (*)












