Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Jemput Bola, Pemkot Bandar Lampung Optimalkan Perpustakaan Keliling di Area Publik

×

Jemput Bola, Pemkot Bandar Lampung Optimalkan Perpustakaan Keliling di Area Publik

Share this article
Sejumlah anak dan warga mengunjungi mobil Perpustakaan Keliling milik Pemkot Bandar Lampung saat berlangsungnya Car Free Day di area Embung Unila, Minggu (23/4/2026). (Foto: Indri Septia Paradila/Radar Lampung)

BERJAYANEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus memperkuat layanan literasi sebagai bagian dari pelayanan publik primer. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Pemkot mengandalkan program perpustakaan keliling untuk memastikan akses membaca hadir langsung di tengah aktivitas masyarakat, tanpa harus terpaku pada gedung perpustakaan fisik.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandar Lampung, M. Farid Riady, menjelaskan bahwa layanan jemput bola ini rutin beroperasi setiap pekan, khususnya di titik keramaian seperti area UMKM dan kawasan Car Free Day (CFD).

“Kegiatan ini digelar setiap minggu mulai pukul 06.00 hingga sekitar pukul 10.00 WIB dan sepenuhnya gratis,” ujar Farid saat memberikan keterangan resmi.

Menariknya, sasaran program ini tidak terbatas pada anak-anak yang sudah lancar membaca. Pemkot juga menitikberatkan pada pengenalan literasi dini bagi anak usia prasekolah melalui aktivitas kreatif.

“Untuk anak-anak usia dini, kami menyiapkan buku mewarnai dan menggambar. Jadi mereka mengenal literasi melalui aktivitas melukis dan mewarnai terlebih dahulu,” tambahnya.

Selain beroperasi di area publik, armada perpustakaan keliling ini juga kerap mendukung kegiatan literasi di lingkungan pendidikan dan sosial, termasuk program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Farid menegaskan masyarakat bisa mengundang layanan ini tanpa dipungut biaya.

“Syaratnya cukup mudah, hanya perlu bersurat kepada dinas, mencantumkan lokasi kegiatan, serta nama penanggung jawab,” jelasnya.

Sebagai informasi, layanan ini sejatinya telah dirintis sejak tahun 1997. Sempat hanya beroperasi dengan satu unit armada, kini kekuatan operasional bertambah menjadi dua unit mobil setelah mendapatkan bantuan dari PT Bukit Asam pada tahun 2018.

Kehadiran perpustakaan di area publik mendapat sambutan hangat dari warga. Yuli (39), salah satu orang tua pengunjung, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini di hari libur.

“Anak saya jadi senang membaca dan tidak terus-menerus bermain ponsel di rumah. Di sini dia bisa duduk lama untuk membaca, kegiatannya sangat positif,” ungkap Yuli.

Ke depan, ambisi Pemkot Bandar Lampung tidak berhenti pada layanan keliling. Saat ini, pengembangan Pojok Baca Digital (Pocadi) yang dilengkapi komputer dan internet edukatif telah tersedia di Mal Pelayanan Publik.

Farid mengungkapkan, target jangka panjang Pemkot adalah menghadirkan perpustakaan mini di setiap kelurahan. Meski baru terealisasi sekitar 20 persen sejak dirintis pada 2024, langkah ini terus dikebut.

“Kendalanya ada pada ketersediaan tempat dan SDM pengelola di tingkat kelurahan. Untuk buku, komputer, dan TV akan disiapkan melalui bantuan Perpusnas. Kelurahan hanya perlu menyiapkan rak dan ruangannya saja,” tutup Farid.

Melalui integrasi layanan keliling dan digital ini, Pemkot Bandar Lampung optimistis budaya membaca dapat tumbuh merata dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari warga Kota Tapis Berseri.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *