BERJAYANEWS.COM – Gelombang dukungan publik kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menguat mengusut tuntas dugaan korupsi proyek irigasi gantung di Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji dan Tulangbawang.
Warganet ramai-ramai menyoroti dan mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti melakukan penyelidikan yang sudah diakukan sejak 2024 lalu.
Melainkan bisa menyeret seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab atas proyek bernilai fantastis Rp97,8 miliar tersebut.
Sorotan publik memuncak usai video kondisi terkini proyek irigasi gantung viral di media sosial.
Dalam tayangan yang diunggah akun media sosial Instagram dan tiktok @berjayanews, tampak sejumlah bagian struktur ferosemen mengalami kebocoran, sementara besi penyangga terlihat mulai berkarat dan keropos.
Komentar-komentar pedas bermunculan di unggahan media sosial @berjayanews setelah video kondisi fisik irigasi yang tampak bocor dan berkarat tersebar luas.
Sampai-sampai ada netizen memilih memberikan respons singkat penuh sindiran “hebat…”, “Ya Allah”, hingga “mau komen takut salah”.
Ramainya komentar publik menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap proyek irigasi yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu infrastruktur strategis di Mesuji tersebut.
Padahal, proyek yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2020 itu baru dinyatakan selesai pada 2024 dan digadang-gadang sebagai irigasi gantung terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 93 kilometer.
Kondisi fisik bangunan yang cepat rusak memicu kemarahan masyarakat. Banyak netizen mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang seharusnya menjadi penopang pengairan bagi sekitar 3.100 hektar sawah di wilayah Mesuji.
“Kalau baru beberapa tahun sudah rusak begini, bagaimana nasib petani ke depan? Aparat harus berani bongkar dan usut tuntas,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Diketahui, Kejati Lampung sebelumnya mengungkap indikasi kerugian negara sebesar Rp14,3 miliar dalam proyek tersebut. Dugaan itu muncul akibat kekurangan kualitas dan kuantitas pekerjaan.
Namun hingga Mei 2026, penanganan perkara dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Aspidsus Kejati Lampung, Budi Nugraha, mengaku masih akan mempelajari perkara tersebut karena penanganannya dilakukan pada masa pejabat sebelumnya.
Kita tentu berharap Kejati Lampung tidak membiarkan kasus ini mengendap tanpa kepastian hukum. Publik kini menanti keberanian aparat penegak hukum untuk membongkar dugaan permainan anggaran di balik proyek irigasi yang disebut terpanjang se Indonesia ini. (smd)












