BERJAYANEWS.COM – Warga Jalan Blora Gang Jaya, Kelurahan Segala Mider, dibuat geger pada Minggu (1/2/2026) malam. Seorang pria lanjut usia (lansia) mendadak hilang dari pandangan dan ditemukan sudah “berenang” di dasar sumur sedalam 10 meter.
Usut punya usut, korban diduga sedang mengalami halusinasi alias ‘ngelantur’ saat insiden itu terjadi. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan petugas pemadam kebakaran sebelum maut menjemput di kegelapan sumur.
Kejadian bermula saat seorang tetangga korban hendak menyalakan lampu rumah. Alih-alih suasana jadi terang benderang, ia justru dikagetkan dengan suara sayup-sayup yang berasal dari dalam tanah.
“Saksi curiga ada suara dari dalam sumur. Pas dicek, bener aja, ada orang di bawah,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan.
Yang bikin geleng-geleng kepala, ternyata aksi “nyemplung” ini bukan yang pertama kali. Menurut laporan warga sekitar, korban sudah pernah melakukan hal serupa sebanyak dua kali sebelumnya. Diduga kuat, penyakit halusinasi korban sering kambuh hingga membuatnya nekat terjun ke lubang maut tersebut.
Mendapat laporan darurat, tujuh personel Damkarmat langsung meluncur ke lokasi dengan peralatan lengkap. Petugas harus ekstra hati-hati menuruni sumur sempit agar korban tidak mengalami cedera tambahan.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, kakek tersebut akhirnya berhasil diangkat ke permukaan dalam kondisi lemas namun selamat. Korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk ditenangkan dan dirawat.
Di sisi lain, Anthoni Irawan membeberkan bahwa sepanjang Januari 2026, pasukannya benar-benar dibuat sibuk. Tercatat ada 92 aksi penyelamatan yang dilakukan petugas Damkarmat Bandar Lampung.
Uniknya, tugas petugas Damkar kini bukan cuma soal memadamkan api. Urusan “tetek bengek” warga pun dilayani, mulai dari:
-
48 Evakuasi Sarang Tawon (Paling mendominasi).
-
27 Evakuasi Ular masuk rumah.
-
Penyelamatan kucing kejepit, biawak, hingga cincin yang tak bisa lepas.
-
Bahkan urusan kunci motor jatuh dan tali tiang bendera nyangkut pun ditangani.
“Sesuai arahan Ibu Walikota Eva Dwiana, warga jangan ragu lapor. Kalau ada hewan liar atau bahaya lainnya, segera hubungi petugas sebelum jatuh korban,” tegas Anthoni.
Hingga dua hari pertama di bulan Februari ini saja, sudah ada enam laporan evakuasi, termasuk aksi penyelamatan kakek “halu” yang hobi nyemplung sumur tersebut.
(*)












