BERJAYANEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memastikan operasional Sekolah Siger tetap berjalan sambil memenuhi seluruh persyaratan yang diminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, Pemkot siap melengkapi sejumlah persyaratan yang masih dinilai kurang, termasuk terkait aset dan jam belajar siswa.
“Prosesnya kita tunggu, arahan dari pemprov kita ikuti. Yang kurang akan kita lengkapi, termasuk aset dan jam belajarnya,” kata Eva, Kamis (5/2/2026).
Menurut Eva, keberadaan Sekolah Siger merupakan upaya pemerintah memastikan anak-anak, terutama dari keluarga tidak mampu, tetap memperoleh akses pendidikan.
“Tugas pemerintah itu bagaimana caranya anak-anak bisa tetap sekolah. Sekolah Siger ini harapannya bisa membantu mereka,” ujarnya.
Eva menyebut kegiatan belajar di Sekolah Siger saat ini berlangsung hingga Sabtu. Pemkot juga berencana menambah dukungan anggaran untuk memperkuat program tersebut.
“Tahun depan kita tambah anggaran sampai Rp10 miliar. Harapannya pemerintah provinsi dan kota bisa saling membantu, terutama agar tidak ada anak yang putus sekolah,” katanya.
Ia menilai Sekolah Siger dapat menjadi alternatif bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri maupun swasta akibat keterbatasan ekonomi.
“Kalau sekolah ditutup, solusinya bagaimana untuk anak-anak yang putus sekolah? Dengan Sekolah Siger ini, harapannya anak-anak kita tetap bisa sekolah dan bahkan tetap bisa bekerja,” jelasnya.
Asisten I Pemkot Bandar Lampung Wilson mengatakan pihaknya akan mengikuti seluruh arahan dan catatan dari Pemerintah Provinsi Lampung terkait operasional Sekolah Siger.
“Arahan dari provinsi akan kami ikuti. Yang kurang akan kami jadikan catatan untuk segera dilengkapi,” ujar Wilson.
Ia memastikan proses pendidikan bagi siswa Sekolah Siger tetap berlangsung selama proses administrasi dan koordinasi antarlembaga dilakukan.
“Untuk sementara, proses pendidikan tetap berjalan. Kita juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Saat ini jumlah siswa kurang lebih 100 orang,” kata Wilson.
(*)










