
BERJAYANEWS.COM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandar Lampung secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dalam Penanganan Keadaan Darurat Bencana Tahun Anggaran 2026. Acara yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (10–11 September 2026), dipusatkan di Taman Kehati, Batu Putuk, Kecamatan Telukbetung Barat. Kamis, (10/9/2026)
Dalam laporannya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, menyampaikan, Jika pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana serta Surat Keputusan Walikota Bandar Lampung Nomor 20/IV.06/HK/2026.
Sebanyak 169 peserta mengikuti pelatihan ini. Komposisi peserta terdiri dari 126 aparatur kelurahan, 20 aparatur kecamatan, 4 mitra bencana, serta 22 tenaga P3K paruh waktu alih tugas dari berbagai instansi yang diproyeksikan memperkuat jajaran BPBD.
Adapun materi dan pelatihan dipandu oleh narasumber dari Basarnas Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Satpol PP, serta BPBD Kota Bandar Lampung.
Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, SE, MM, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wilson Faisol, Pemkot menekankan pentingnya paradigma penanganan bencana di Bandar Lampung dari pola reaktif menjadi proaktif dan terpadu.
Hal ini mengingat karakteristik geografis, topografis, dan klimatologis Bandar Lampung yang dinamis serta rentan terhadap bencana hidrometeorologi maupun geologis.
”Aparatur pemerintah tidak boleh gagap, lambat, atau bingung saat situasi darurat terjadi. Penanganan darurat tidak bisa dikerjakan sendiri oleh BPBD, melainkan butuh sinergi kuat dan kolaborasi solid antar SKPD, Kecamatan, Kelurahan, TNI/Polri, hingga relawan masyarakat” tegas Wilson membacakan amanat Walikota.
Wilson juga berpesan agar, seluruh peserta fokus menyerap materi SOP dan praktik lapangan dengan mengutamakan keselamatan jiwa (safety first). Dengan pembekalan ini, para aparatur diharapkan memiliki mental yang tangguh dan keterampilan teknis yang memadai untuk menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat Bandar Lampung.
(Silo)












