Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan 1447 H

×

Pemkot Bandar Lampung Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan 1447 H

Share this article
Sinergi Pengendalian Inflasi: Wakil Walikota Bandar Lampung Deddy Amarullah (tengah) berfoto bersama jajaran TPID, perwakilan Bank Indonesia, Bulog, TNI, dan Polri usai pelaksanaan High Level Meeting (HLM) di Bandar Lampung, Jumat (13/2/2026). Foto: (Dok. BI)

BERJAYANEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bergerak cepat melakukan langkah antisipasi untuk memastikan stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkot menggelar High Level Meeting (HLM) pada Jumat (13/2/2026) guna memperkuat koordinasi lintas sektoral agar inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran $2,5 \pm 1\%$.

Wakil Walikota Bandar Lampung, Deddy Amarullah, yang hadir mewakili Walikota Eva Dwiana, menegaskan bahwa kekompakan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor krusial dalam mengawal harga di pasar.

Langkah strategis ini sejalan dengan arahan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang meminta daerah mengintensifkan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah masing-masing.

“Kerja sama seluruh stakeholders sangat penting dalam mengawal inflasi. InsyaaAllah, apabila kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, inflasi Kota Bandar Lampung dapat kita jaga tetap terkendali,” ujar Deddy Amarullah dalam arahannya.

Sebagai implementasi nyata di lapangan, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, memaparkan rencana pelaksanaan pasar murah yang akan menyasar 60 titik di 20 kecamatan.

Agenda besar ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20 Februari, 3 Maret, dan 13 Maret 2026 dengan menyediakan komoditas pokok seperti beras premium, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras.

Selain intervensi fisik, Pemkot juga mengoptimalkan sarana edukasi melalui videotron di Bundaran Gajah untuk mengajak masyarakat menjaga pola konsumsi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi Januari 2026 di Bandar Lampung berada pada level stabil yaitu 0,18% secara bulanan (mtm) atau 1,43% secara tahunan (yoy).

Meskipun terdapat deflasi pada cabai dan bawang merah, pemerintah tetap mewaspadai andil inflasi dari kelompok sayur-mayur dan emas perhiasan.

Mengingat status Bandar Lampung sebagai kota konsumsi, fluktuasi harga makanan jadi menjadi perhatian utama dalam pengawasan tim di lapangan.

Kesiapan pasokan juga dikonfirmasi oleh berbagai instansi terkait dalam pertemuan tersebut. Bulog dan Dinas Pangan telah menjamin keamanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), termasuk kesiapan 15 ton beras untuk intervensi darurat.

Sementara itu, Pertamina memberikan garansi ketersediaan stok BBM dan LPG 3kg, didukung oleh pengamanan jalur distribusi dari jajaran Polri dan TNI.

Satgas Saber Pangan dari Badan Pangan Nasional pun telah disiagakan untuk memastikan harga di tingkat pedagang tidak melampaui batas acuan yang ditetapkan.

Menutup rangkaian koordinasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menekankan pentingnya penerapan strategi 4K yang meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Masyarakat diimbau untuk menyikapi periode hari raya ini dengan belanja bijak serta menerapkan prinsip zero waste guna mencegah lonjakan permintaan yang tidak perlu yang dapat memicu ketidakseimbangan pasar.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *