BERJAYANEWS.COM – Penetapan Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung akhirnya menemui titik terang setelah sempat tertunda sekitar lima bulan. Gubernur Lampung meneken Surat Keputusan Nomor G/36/V.01/HK/2026 tentang penetapan Dewan Pendidikan masa bakti 2025-2030, yang mengukuhkan Prof. Syafrimen, M.Ed., Ph.D sebagai ketua.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan sebanyak 13 anggota yang telah lolos seleksi resmi ditetapkan untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan mutu dan akses pendidikan.
“Sebanyak 13 orang profesional yang lulus seleksi resmi ditetapkan untuk membantu kami, khususnya Dinas Pendidikan, dalam meningkatkan mutu dan akses pendidikan di Provinsi Lampung,” ujarnya, Kamis, (26/2/2026).
Seleksi anggota Dewan Pendidikan diikuti ratusan pendaftar dan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara. Dari proses tersebut, tim seleksi menyaring 26 nama untuk kemudian diajukan kepada gubernur, sebelum akhirnya dipilih 13 orang sesuai ketentuan.
Penunjukan Syafrimen menandai menguatnya peran kalangan akademisi, khususnya dari UIN Raden Intan Lampung, dalam perumusan kebijakan pendidikan daerah. Kampus keagamaan negeri terbesar di Lampung itu selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan di wilayah Sumatra bagian selatan.
Syafrimen merupakan Guru Besar Psikologi Pendidikan pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung. Selain aktif di kampus, ia juga menjabat Ketua Lazismu Wilayah Lampung serta Sekretaris Umum Keluarga Besar Sumatra Barat Provinsi Lampung.
Latar belakang akademiknya ditempuh sejak pendidikan dasar hingga menengah di Sumatra Barat. Ia kemudian melanjutkan studi di IAIN Imam Bonjol Padang sebelum meraih gelar Master of Education dan Doctor of Philosophy di bidang Psikologi Pendidikan dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
Sebagai akademisi, Syafrimen dikenal produktif dalam riset dan publikasi ilmiah, terutama di bidang psikologi pendidikan, pembelajaran bahasa, dan inovasi teknologi dalam pendidikan. Sejumlah penelitiannya terbit pada 2025, di antaranya membahas lanskap linguistik bahasa Arab di perguruan tinggi Islam, strategi metakognitif dalam pembelajaran hybrid, hingga pemanfaatan augmented reality dalam kelas bahasa.
Selain publikasi ilmiah, ia juga menulis buku tentang strategi pembelajaran dan pendidikan agama Islam berbasis multikultural. Dalam organisasi, ia pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWM Lampung periode 2015-2022.
Dengan rekam jejak akademik dan organisasi tersebut, kehadiran Syafrimen dinilai memperkuat posisi Dewan Pendidikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Lembaga ini diharapkan berperan dalam merumuskan kebijakan, melakukan pengawasan, serta mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di Lampung.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan, figur dari lingkungan UIN Raden Intan Lampung itu diharapkan mampu menjembatani kepentingan akademik dan kebijakan publik, sekaligus mendorong perbaikan tata kelola pendidikan di daerah.
(*)












