Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Antisipasi Banjir Bandar Lampung: DPRD Usul Penggunaan Dana BTT untuk Biopori

×

Antisipasi Banjir Bandar Lampung: DPRD Usul Penggunaan Dana BTT untuk Biopori

Share this article
Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi

BERJAYANEWS.COM – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, merespons positif langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang menganggarkan pembuatan 1.000 lubang biopori di kota Bandar Lampung. Meski demikian, Agus menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral agar penanganan banjir tidak berjalan parsial.

Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung sebelumnya menyatakan bahwa Kota Bandar Lampung idealnya membutuhkan 20.000 hingga 50.000 lubang biopori untuk mengantisipasi risiko banjir secara efektif. Sebagai tahap awal, sebanyak 1.000 titik akan dipasang pada tahun anggaran 2026.

Agus Djumadi menyatakan bahwa program biopori merupakan langkah konservasi yang baik untuk meminimalisir genangan air.

Namun, ia mencatat hingga saat ini belum ada koordinasi teknis lebih lanjut antara Pemprov Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung mengenai rencana tersebut.

Baca Juga: Antara Digital dan Dalil: Resep Pancasila Ala Agus Djumadi

“Kami meminta semua pihak duduk bersama. Bukan hanya Pemkot Bandar Lampung, tapi juga Provinsi dan Balai Besar. Masalah ini harus tuntas secara umum melalui kolaborasi,” ujar Agus saat ditemui usai kegiatan PIP-WK di Gunung Terang, Bandar Lampung, Kamis, (12/3/2026).

Politikus PKS ini memastikan Komisi III akan segera melakukan pembahasan intensif terkait integrasi program ini dalam agenda kerja legislatif.

“Kemungkinan besar setelah cuti Lebaran kami langsung berkoordinasi untuk langkah percepatan penyelesaian hal ini,” katanya.

Terkait pembiayaan, Agus mengakui bahwa anggaran khusus untuk drainase perkotaan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) murni tahun ini sudah disepakati sebelumnya.

Namun, ia melihat adanya peluang penggunaan dana darurat untuk mendukung percepatan program biopori tersebut.

Baca Juga: Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung Beberkan Visi Kota Modern 2026

“Saya pikir ini bisa menggunakan dana Biaya Tidak Terduga (BTT). Salah satu peruntukannya bisa untuk hal darurat seperti ini (antisipasi banjir),” tutur Agus.

Selain mengandalkan biopori, Agus mengungkapkan bahwa pada RKA 2026, DPRD dan Pemkot Bandar Lampung telah mengalokasikan anggaran untuk pembuatan master plan drainase.

Meski baru mencakup satu aliran sungai sebagai proyek percontohan, langkah ini diharapkan menjadi cetak biru penanganan banjir jangka panjang.

Sebelumnya, Kepala Dinas PSDA Provinsi Lampung, Budi Darmawan, menyebutkan bahwa pembuatan lubang biopori di rumah warga merupakan solusi jangka pendek yang paling realistis. Target 1.000 lubang tahun ini barulah stimulus awal.

“Kalau diperbanyak sampai 20.000-50.000 lubang biopori itu akan ada dampaknya. Kalau 1.000 lubang biopori di Kota Bandarlampung ini sebagai langkah tercepat,” ujar Budi dikutip dari ANTARA, Selasa lalu.

Pihak PSDA juga mendorong keterlibatan dunia usaha dan masyarakat secara mandiri agar target puluhan ribu lubang resapan tersebut dapat tercapai lebih cepat tanpa hanya bergantung pada APBD.

(smd)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *