Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Mudik Lebaran 2026, Damkarmat Bandar Lampung Ingatkan Bahaya Kebakaran Rumah Kosong

×

Mudik Lebaran 2026, Damkarmat Bandar Lampung Ingatkan Bahaya Kebakaran Rumah Kosong

Share this article
Kebakaran hanguskan rumah di Labuhan Ratu, Bandar Lampung, (27/11/2024). | Foto: Ist

BERJAYANEWS.COM — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan untuk mudik Lebaran 2026. Rumah yang kosong selama beberapa hari dinilai memiliki risiko kebakaran lebih tinggi karena tidak ada penghuni yang dapat segera mengetahui munculnya api.

Kepala Damkarmat Bandar Lampung Anthony Irawan mengatakan salah satu potensi bahaya berasal dari peralatan listrik yang tetap terhubung dengan sumber daya ketika rumah ditinggalkan.

Menurut dia, sejumlah perangkat seperti kulkas, pompa air, pendingin ruangan, hingga peralatan elektronik lainnya masih kerap dibiarkan menyala selama pemilik rumah bepergian. Jika terdapat gangguan pada instalasi atau perangkat listrik, kondisi itu dapat memicu korsleting yang berujung kebakaran.

“Rumah yang kosong lebih rentan karena tidak ada orang yang memantau kondisi di dalam rumah. Peralatan listrik yang tetap terhubung dengan sumber daya juga berisiko memicu gangguan listrik,” ujar Anthony Irawan, Jum’at, (13/3).

Anthony mengatakan berdasarkan evaluasi petugas di lapangan, terdapat dua faktor yang perlu menjadi perhatian warga ketika meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. Faktor pertama adalah korsleting listrik, terutama akibat instalasi kabel yang sudah tidak layak atau perangkat elektronik yang tetap menyala tanpa pengawasan.

Faktor kedua adalah kebocoran gas. Regulator yang masih terpasang pada tabung gas dapat menjadi sumber bahaya apabila terjadi kebocoran. Gas yang terakumulasi di dalam ruangan berpotensi memicu kebakaran atau ledakan ketika terkena sumber api.

Karena itu, Damkarmat meminta warga melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum meninggalkan rumah. Warga disarankan mencabut kabel peralatan elektronik yang tidak diperlukan dari sumber listrik.

Pemeriksaan juga perlu dilakukan di area dapur. Kompor harus dipastikan benar-benar dalam kondisi mati. Regulator tabung gas sebaiknya dilepas untuk mengurangi risiko kebocoran gas dari selang maupun sambungan.

Selain itu, bahan yang mudah terbakar perlu dijauhkan dari instalasi listrik dan sumber panas. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran ketika rumah tidak berpenghuni.

Di tengah arus mudik Lebaran 2026, Damkarmat Bandar Lampung juga menyiagakan 267 personel untuk mengantisipasi berbagai kejadian darurat. Mereka dibagi menjadi tiga peleton, dengan masing-masing peleton beranggotakan 89 personel.

Petugas bekerja secara bergiliran selama 24 jam. Untuk mempercepat penanganan di lapangan, personel juga dibagi menjadi 22 regu siaga.

Sebanyak lima regu ditempatkan di Markas Komando Tendean. Sementara 17 regu lainnya disebar di sejumlah pos siaga kecamatan di wilayah Kota Bandar Lampung.

“Kami memastikan seluruh personel siap siaga untuk merespons setiap laporan dari masyarakat,” kata Anthony.

Damkarmat menargetkan petugas dapat tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 15 menit setelah menerima laporan. Kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api meluas, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan permukiman.

“Target kami, kurang dari 15 menit petugas sudah sampai di lokasi setelah menerima laporan,” ujar Anthony.

Ia meminta warga tidak menunda pelaporan apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Asap, bau hangus, percikan listrik, maupun indikasi kebocoran gas, kata dia, perlu segera ditindaklanjuti.

Masyarakat dapat menghubungi layanan Damkarmat Bandar Lampung melalui telepon (0721) 252741 atau WhatsApp 0811729444.

“Kami berharap masyarakat segera melapor jika melihat potensi kebakaran. Jangan menunggu api membesar baru menghubungi petugas,” kata Anthony.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *