BERJAYANEWS.COM — Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat sistem pengamanan di sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan. Pemerintah daerah menilai fasilitas keselamatan di sejumlah titik masih belum memadai.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, terutama warga yang setiap hari melintasi atau tinggal di sekitar jalur kereta api.
Menurut Eva, pemerintah kota terus mendorong PT KAI agar lebih serius menyediakan fasilitas pengamanan yang memenuhi standar di perlintasan sebidang.
“Pemerintah daerah siap berkolaborasi. Tetapi untuk infrastruktur keselamatan di perlintasan kereta api, tanggung jawab utamanya tetap berada pada pihak KAI sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Eva, Rabu, (1/4).
Eva menyoroti masih adanya perlintasan kereta api di wilayah Bandar Lampung yang belum dilengkapi fasilitas pengamanan standar. Di sejumlah lokasi, kata dia, palang perlintasan masih menggunakan bahan sederhana seperti kayu atau bambu.
Kondisi tersebut dinilai belum memberikan perlindungan optimal bagi pengguna jalan yang melintas. Terlebih, perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan langsung antara jalur kereta api dan arus kendaraan maupun pejalan kaki.
Karena itu, Eva meminta PT KAI tidak hanya mengandalkan dukungan pemerintah daerah dalam menangani persoalan keselamatan di perlintasan.
“Harapannya KAI lebih serius dan profesional dalam menangani persoalan ini. Jangan sampai semuanya bergantung kepada pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Eva, keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu pertimbangan penting agar kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pihak dapat dijalankan secara optimal.
Selain memiliki keterbatasan anggaran, Pemkot Bandar Lampung memiliki cakupan tugas yang luas dalam menangani berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, penguatan peran operator kereta api diperlukan untuk memastikan fasilitas keselamatan di sepanjang jalur rel memenuhi standar.
Eva mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat yang bermukim di sekitar jalur kereta api.
Minimnya fasilitas pengamanan di perlintasan sebidang, kata dia, dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Kondisi itu juga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang aktivitas sehari-harinya bersinggungan dengan jalur kereta api.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandar Lampung berencana meningkatkan koordinasi dengan manajemen PT KAI. Pemerintah kota berharap pertemuan dengan pihak KAI dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengamanan di sejumlah perlintasan rawan.
Eva menilai sinergi antara pemerintah daerah dan operator kereta api menjadi kunci untuk memperkecil risiko kecelakaan.
“Dengan kerja sama yang optimal, tingkat keselamatan transportasi di Bandar Lampung diharapkan terus meningkat. Masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman ketika menggunakan jalan maupun beraktivitas di sekitar jalur kereta api,” kata dia.
(*)










