BERJAYANEWS.COM, BANDAR LAMPUNG — Gelombang protes kembali membanjiri Kantor DPRD Provinsi Lampung pada Selasa (7/4/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan bersama elemen masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dengan membawa sejumlah tuntutan krusial.
Koordinator Lapangan, Ahmad Kevin Jonathan, menegaskan tiga poin utama perjuangan mereka pertama mendesak kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andre Yunus diproses lewat peradilan umum dengan jeratan pasal terorisme dan percobaan pembunuhan.
Kemudian menuntut transparansi total dalam mengungkap dalang di balik serangan tersebut serta penghentian kriminalisasi terhadap warga yang menyuarakan pendapat.
Mereka juga menyoroti lambatnya penanganan korupsi perjalanan dinas DPRD Tanggamus. Mereka mendesak Kejaksaan Tinggi Lampung menetapkan tersangka tanpa tebang pilih.
Isu agraria di Register 44, Anak Tuha, hingga Sabah Balau pun tak luput dari tuntutan reforma agraria yang berpihak pada rakyat.
Suasana memanas saat massa menolak berdialog dengan perwakilan DPRD. Aliansi Lampung Melawan bersikeras hanya ingin berbicara langsung dengan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dan Kajati Lampung, Danang Suryo Wibowo.
“Kami butuh jawaban terbuka di hadapan publik, bukan sekadar perwakilan,” tegas Kevin. (AbS)












