BERJAYANEWS.COM, WAY KANAN — Estafet kepemimpinan di Kabupaten Way Kanan kini berada di bawah sorotan tajam publik. Transisi kekuasaan dari Raden Adipati Surya (RAS), yang menjabat selama dua periode (2016–2025), kepada adik kandungnya, Ayu Asalasiyah (Bupati periode 2025–2030), dinilai memperpanjang mata rantai “dinasti politik” yang minim prestasi pembangunan nyata bagi masyarakat bawah.
Meski dinasti besar ini telah memasuki periode ketiga, kondisi infrastruktur di kabupaten bersemboyan Bumi Ramik Ragom dianggap jalan di tempat.
Fakta menyakitkan terlihat hanya berjarak kurang dari 7 kilometer dari pusat perkantoran Pemkab Way Kanan, akses jalan utama masih rusak parah dan seolah terlupakan selama satu dekade terakhir.
“Kami seperti dianaktirikan di rumah sendiri. Kantor Bupati megah, tapi jalan menuju ke sana rusak berlubang bertahun-tahun. Apakah harus menunggu satu keluarga ini selesai berkuasa baru jalan kami diperbaiki?” keluh Yuda, seorang warga setempat, Senin (6/4/2026).
Kritik pedas datang dari Ketua LSM Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan. Ia menyebut konsentrasi kekuasaan pada satu garis keturunan cenderung menciptakan zona nyaman yang mematikan fungsi pengawasan (checks and balances).
“Ini kegagalan sistemis. Bagaimana mungkin selama 10 tahun, jalan yang hanya selemparan batu dari pusat birokrasi dibiarkan hancur? Rakyat butuh gebrakan, bukan sekadar ‘estafet jabatan’,” tegas Ichwan.
JPSI juga menyoroti buruknya kualitas proyek infrastruktur yang ada. Banyak pengaspalan yang baru selesai dikerjakan atau masih “seumur jagung” sudah menunjukkan kerusakan serius. Aspal mengelupas dan pondasi amblas menjadi indikasi kuat lemahnya pengawasan dan dugaan praktik pengerjaan asal-asalan demi mengejar keuntungan.
Masyarakat kini menaruh harapan kritis pada kepemimpinan Ayu Asalasiyah. Publik menagih, apakah di periode ini akan ada perubahan nyata, atau Way Kanan tetap terjebak dalam bayang-bayang pembangunan lambat di bawah kekuasaan keluarga.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Way Kanan, Yusron Lutfi, yang diminta komentarnya membantah soal dinasti politik.
Menurut dia, Ayu Asalasiyah terpilih dengan proses demokrasi karena dipilih langsung oleh rakyat.
Terkait keluhan infrastruktrur jalan rusak di way Kanan pihaknya masih akan menunggu jawaban dari dinas PU.
“Saya belum bisa jawab soal jalan rusak nanti kita nunggu dulu jawaban dari dinas PU,” ujarnya singkat saat dihubungi, Selasa 7 April 2026. (Adza SMD)












