Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Harga Emas Global Fluktuatif, Penjualan Pegadaian Lampung Malah Melesat 38 Persen

×

Harga Emas Global Fluktuatif, Penjualan Pegadaian Lampung Malah Melesat 38 Persen

Share this article
Pegadaian. (Foto: Google Image via RM.id)

BERJAYANEWS.COM — Kinerja bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Lampung mencatatkan pertumbuhan signifikan di tengah volatilitas harga emas global yang dipicu oleh tekanan inflasi Amerika Serikat, lonjakan yield obligasi, dan memanasnya tensi geopolitik dunia.

Hingga periode Mei 2026, realisasi penjualan emas di wilayah Bumi Ruwa Jurai tersebut melesat hingga 38,69 persen jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025.

Tren positif di tingkat regional ini sejalan dengan lompatan kinerja keuangan Pegadaian secara nasional pada awal tahun 2026 yang membukukan kenaikan laba bersih hingga 87,2 persen menjadi Rp4,38 triliun, didorong pertumbuhan aset sebesar 56 persen.

Credit Risk Support PT Pegadaian Area Lampung, Dwi Agus Sugianto, mengungkapkan bahwa fluktuasi tajam pasar logam mulia internasional tidak menyurutkan animo investasi masyarakat lokal.

Sebaliknya, kesadaran publik di Lampung terhadap instrumen emas justru memperlihatkan kedewasaan pasar yang berorientasi jangka panjang.

“Masyarakat kini semakin memahami bahwa emas bukan lagi sekadar instrumen spekulasi, melainkan instrumen perlindungan nilai aset (hedging) yang paling aman di tengah ketidakpastian ekonomi global,” kata Dwi Agus saat dihubungi, Selasa, (26/5/2026).

Baca Juga: Laba Pegadaian Melesat 87 Persen Menjadi Rp 4,38 Triliun, Ditopang Ekspansi Bank Emas

Kendati demikian, Dwi tidak menampik adanya dinamika di lapangan. Ketika harga emas menyentuh level tertinggi baru yang dinilai sangat menguntungkan, transaksi pencairan keuntungan atau buyback oleh nasabah sempat mengalami peningkatan.

Namun, gelombang aksi ambil untung tersebut mampu diimbangi secara konsisten oleh pertumbuhan aktivitas pembelian langsung maupun penambahan saldo (top-up) melalui produk Tabungan Emas.

Pola perilaku investasi yang matang ini berdampak sistemik pada kesehatan neraca keuangan perseroan di daerah.

Pertumbuhan lini bisnis pembiayaan, terutama pada indikator Outstanding Loan (OSL) gross, terpantau merangkak naik secara berkelanjutan dengan profil risiko yang termitigasi secara ketat.

Moncernya performa Pegadaian juga ditopang oleh langkah agresif korporasi dalam memperluas ekosistem emas nasional melalui penetrasi Bullion Services atau layanan Bank Emas.

Layanan strategis yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada (26/2/2025) lalu, kini mulai menunjukkan penetrasi yang kuat di level regional.

Untuk wilayah kerja Lampung, produk tabungan skema komprehensif seperti Deposito Emas berhasil mencatatkan volume portofolio sebesar 22 kilogram per Mei 2026.

Manajemen optimistis akumulasi penempatan aset logam mulia ini akan terus bertambah secara progresif hingga akhir Desember 2026.

Baca Juga: Borong Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026, Pegadaian Perkuat Dominasi Investasi Emas Digital

Dwi Agus menegaskan, infrastruktur pendukung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga edukasi pasar terus diintensifkan agar nasabah dapat memaksimalkan nilai tambah dari kepemilikan emasnya.

“Layanan ini memberikan alternatif optimal bagi masyarakat. Logam mulia tidak lagi didiamkan sebagai aset pasif, melainkan dapat dimanfaatkan secara produktif sebagai jaminan modal kerja atau skema deposito dengan transparansi dan keamanan penuh terjamin,” ujarnya menambahkan.

Meskipun harga emas batangan di retail terafiliasi seperti Galeri 24 Lampung terpantau stagnan di tengah gejolak global, Pegadaian mengandalkan strategi transformasi digital untuk menjaga tingkat kepercayaan publik.

Integrasi ekosistem keuangan digital melalui aplikasi Tring! yang diluncurkan sejak (8/10/2025) menjadi ujung tombak pelayanan.

Aplikasi tersebut memungkinkan investor daerah memantau pergerakan portofolio mereka secara langsung (real time) dan melakukan transaksi tanpa hambatan jarak.

Baca Juga: Emas Jadi Motor Inflasi Lampung, Pegadaian: Warga Mulai Realistis, Cicil Emas Jadi Solusi

Transparansi informasi harga ini dinilai krusial guna mengeliminasi asimetri informasi di tingkat konsumen lokal saat pasar internasional bergejolak.

Di sisi manajemen risiko, stabilitas bisnis di Lampung dijaga lewat pengawasan berlapis guna menekan laju pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).

“Kami menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan pengelolaan risiko yang disiplin. Pertumbuhan ekspansi bisnis harus berjalan linier dengan kualitas pembiayaan yang sehat, sehingga tingkat NPL di Lampung tetap terkendali dengan baik,” ucap Dwi memungkasi keterangannya.

(smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *