Example floating
Example floating
NasionalNews

Titik Terang Korupsi PLN Pemicu Blackout Sumatera! Polisi Sita Lagi Rp 7,2 Miliar di Money Changer!

×

Titik Terang Korupsi PLN Pemicu Blackout Sumatera! Polisi Sita Lagi Rp 7,2 Miliar di Money Changer!

Share this article
Titik Terang Korupsi PLN Pemicu Blackout Sumatera! Polisi Sita Lagi Rp 7,2 Miliar di Money Changer!

BERJAYANEWS.COM, Jakarta – Penyidik gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya terus mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengadaan pasokan batu bara PT PLN (Persero).

Selain menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Cluster Bogor Golf Hijau, Sentul City, Kabupaten Bogor, penyidik juga menyita uang tunai Rp7,2 miliar dari sebuah kantor money changer yang diduga berkaitan dengan aliran dana perkara tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya penyitaan aset bernilai besar dari rumah yang digeledah di Sentul City.

“Iya betul, ditemukan emas dan uang. Diperkirakan ratusan miliar rupiah,” ujar Budi Hermanto melalui pesan singkat.

Sebelumnya, penyidik menemukan sebuah brankas yang tersembunyi di dalam dinding rumah mewah tersebut. Dari lokasi itu, polisi menyita 74 kilogram emas batangan, valuta asing berupa 4.767.300 dolar Amerika Serikat (USD) dan 14.083.800 dolar Singapura (SGD), serta uang tunai Rp100 juta. Total nilai aset yang diamankan diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.

Pengembangan penyidikan kemudian mengarah ke kawasan de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan. Dari lokasi tersebut, penyidik kembali menyita uang tunai dalam berbagai mata uang dengan nilai sekitar Rp60 miliar.

Tak berhenti di situ, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di sebuah kantor money changer. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan uang tunai senilai Rp7,2 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.

Jika digabungkan, nilai aset yang telah diamankan dari ketiga lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp543,2 miliar.

Hingga kini, penyidik masih mendalami asal-usul seluruh aset yang disita, termasuk dugaan aliran dana melalui sektor jasa keuangan. Polisi juga belum mengungkap identitas pemilik rumah maupun pihak yang diduga menguasai aset tersebut karena proses penyidikan masih berlangsung.

Kasus ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi di sektor energi yang tengah ditangani Mabes Polri. Meski beredar informasi mengenai keterkaitan dengan perkara lain, kepolisian hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi yang mengonfirmasi hubungan langsung penyidikan tersebut dengan kasus di institusi atau perusahaan lain.

Polri menegaskan proses penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta menelusuri seluruh aset yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *