LAMPUNG TIMUR — Proyek pembangunan infrastruktur mitigasi konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, yang menelan anggaran hingga Rp850 miliar kini telah mencapai progres 82 persen.
Di tengah pengerjaan tersebut, pemerintah desa dan pihak komite menyepakati solusi atas kekhawatiran masyarakat terkait akses menuju lahan pertanian.
Kepala Desa Sukorahayu, Apria Sahdi, mengungkapkan bahwa warga menyambut baik penataan tanggul eksisting penahan banjir tersebut, namun meminta agar aktivitas tani tidak terganggu.
Sebagai solusi titik temu (win-win solution), pihak pelaksana akan membuatkan pintu akses khusus agar alat dan mesin pertanian, seperti hand tractor, tetap dapat melintas menuju area sawah di bantaran sungai.
Ketua Komisi Gabungan dan Mitigasi Interaksi Negatif Gajah Way Kambas, Brigjen Sriyanto, membenarkan bahwa aspirasi warga telah difasilitasi sesuai aturan dan fungsi lingkungan.
Selain mengurai kendala pasokan material semen dan besi, proyek ini juga tercatat memberikan dampak ekonomi positif bagi sekitar 1.091 warga lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta tumbuhnya unit usaha baru seperti warung dan penginapan. (*)












