Example floating
Example floating
Lampung Tengah

Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Empat Dirujuk ke Rumah Sakit

×

Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Empat Dirujuk ke Rumah Sakit

Share this article
Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Empat Dirujuk ke Rumah Sakit

LAMPUNG TENGAH — Puluhan siswa SDN 1 dan SDN 2 Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, di antaranya pusing, mual hingga muntah. Sebagian siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Bandaragung untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Puskesmas Bandaragung, Yunus, mengatakan jumlah siswa yang mendapat penanganan medis terus bertambah. Hingga Kamis sore, tercatat 31 siswa telah ditangani.

“Dari total korban tersebut, sebanyak 22 siswa bergejala ringan diperbolehkan rawat jalan, tiga murid menjalani rawat inap di puskesmas, dan dua anak masuk UGD untuk observasi,” ujar Yunus, sebagaimana dikutip Mitra TV Lampung.

Sementara itu, empat siswa dengan gejala sedang hingga berat dirujuk ke Rumah Sakit YMC Bandarjaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Sementara itu, terdapat empat siswa dengan gejala sedang hingga berat yang terpaksa kami rujuk ke RS YMC untuk penanganan lebih intensif,” kata Yunus.

Diduga Usai Konsumsi Menu MBG

Peristiwa tersebut terjadi setelah siswa menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungagung.

Berdasarkan laporan media lokal, menu yang dibagikan pada Kamis antara lain nasi, sayur, bakso, buah, dan susu kotak. Keluhan kesehatan muncul setelah siswa mengonsumsi makanan tersebut.

Salah seorang guru SDN 1 Gunungagung, Rifai, menduga susu kotak menjadi salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa.

“Saya kira susu yang membuat keracunan. Susu kotak,” ujar Rifai.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Person in Charge (PIC) Mitra SPPG, Hendra, mengatakan dugaan awal mengarah pada salah satu dus susu full cream, tetapi pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Dugaan awal ada satu dus susu yang bermasalah, padahal tanggal kedaluwarsanya masih hingga tahun 2027. Namun, kami belum bisa memastikan sebelum keluar hasil uji laboratorium resmi,” kata Hendra.

Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, Puskesmas Bandaragung disebut telah mengamankan sampel makanan, susu, serta sampel muntahan pasien untuk diperiksa di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lampung.

Tim Inafis Polres Lampung Tengah juga dilaporkan telah mendatangi lokasi SPPG Gunungagung untuk melakukan pemeriksaan.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) disebut telah menangguhkan sementara (suspend) operasional SPPG Gunungagung sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut dibenarkan oleh Hendra selaku PIC Mitra SPPG.

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi pihak terkait. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *