JAKARTA — Guruh Soekarnoputra tidak hanya dikenal sebagai seniman. Dalam perjalanan hidupnya, putra Presiden pertama RI Soekarno tersebut juga pernah menjalani kisah cinta dengan perempuan asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Eldar Kizy.
Kisah tersebut bermula pada April 2002 ketika Guruh dan Sabina bertemu dalam The April Spring Friendship Art Festival di Korea Utara.
Guruh hadir bersama kelompok kesenian GSP, sedangkan Sabina menjadi bagian dari rombongan tari Uzbekistan. Pertemuan tersebut disebut menjadi awal hubungan keduanya.
Dalam sebuah jumpa pers pada 29 September 2002, Guruh menceritakan bahwa dirinya langsung tertarik kepada Sabina sejak pertemuan pertama.
Setelah festival berakhir, keduanya tetap berkomunikasi melalui telepon. Guruh kemudian mengundang kelompok tari Uzbekistan untuk tampil dalam Pekan Raya Jakarta pada Juni 2002.
Pada 23 Juni 2002, Sabina tampil dalam sebuah acara di hadapan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dalam kesempatan tersebut, Guruh memperkenalkan Sabina kepada Megawati yang merupakan kakaknya.
Hubungan keduanya kemudian semakin serius. Pada September 2002, Guruh berangkat ke Uzbekistan untuk menemui keluarga Sabina.
Awalnya Guruh disebut berniat melamar Sabina. Namun, keluarga Sabina justru meminta keduanya segera melangsungkan pernikahan.
Pernikahan kemudian dilaksanakan di Uzbekistan pada September 2002. Selain pencatatan sipil, keduanya juga melangsungkan akad nikah di masjid setempat.
Guruh memberikan Al-Qur’an, buku Di Bawah Bendera Revolusi, serta autobiografi Soekarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia sebagai mas kawin.
Sabina juga diberi nama baru, yakni Padmavati. Setelah menikah, keduanya kemudian tinggal bersama di kediaman Guruh di Jakarta Selatan.
Namun, perjalanan rumah tangga tersebut tidak berlangsung lama. Materi sumber menyebut keduanya kemudian bercerai setelah sekitar tujuh tahun pernikahan. Sumber yang sama mencatat adanya perbedaan penyebutan tahun perceraian, yakni 2009 atau 2014.
Setelah perceraian, Sabina disebut kembali ke Uzbekistan dan tidak lagi banyak muncul dalam pemberitaan media Indonesia.
Sementara itu, Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, dalam usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Selamat jalan, Mas Guruh. Karya dan perjalanan hidupnya akan selalu menjadi bagian dari catatan sejarah seni Indonesia.












