Menggoyang Lidah dengan Racikan ‘Mie Ayam Albajili’ di Jagabaya II

​

​BERJAYANEWS.COM, Kesibukan sebagai tenaga pengajar tidak menghalangi langkah M. Sahripudin, SP, untuk melebarkan sayap dibisnis kuliner. Instruktur SMK Penerbangan Lampung ini resmi, membuka usaha kuliner terbarunya, Mie Ayam Albajili.

​Kedai yang berlokasi dijalan Pajajaran Nomor 59, RT 02/LK. 1, terletak persis didepan Kantor Kelurahan Jagabaya II. Senin (2/11/2026).

​Nama ‘Albajili’ sendiri diambil dari nama anak pertamanya. Secara harfiah, nama itu mengandung arti sebuah doa dan harapan mendalam, ‘kebaikan dalam hidup’.

Ayah dua anak ini mengungkapkan, keputusannya membuka kedai kuliner didorong oleh keinginan untuk memanfaatkan waktu luang secara produktif ditengah rutinitas mengajarnya. Keputusan ini juga didukung penuh oleh sang istri, seorang analis kesehatan di Puskesmas Panjang.

​Lantas, apa yang membuat Mie Ayam Albajili berbeda dari kedai serupa lainnya??

​Menurut Sahripudin, keistimewaan mie yang dibuat, racikannya terletak pada perpaduan bumbu rempah-rempah tradisional.

​”Mie asalnya dari tradisi Chinese. Tetapi, penggemarnya sangat banyak di Indonesia. Karena kita tinggal di Indonesia yang kaya rempah, Maka, saya memanfaatkan potensi alam ini, ke dalam racikan mie” ujarnya

​Diterangkan Sahripudin, mie ayam pada umumnya hanya mengandalkan bahan sederhana seperti bawang putih dan bunga lawang. Namun, di Kedai Albajili, Sahripudin coba padukan dengan aneka rempah-rempah pilihan.

​”Racikan yang kami buat, agak berbeda. Bumbu diolah dan dicampur menjadi satu. Makanya, dari segi rasa, mie ini pasti berbeda dan memiliki ciri tersendiri” tambahnya.

​Keahliannya meracik bumbu, ternyata tidak didapat secara instan. Berawal dari aktivitasnya yang dulu sering bepergian ke berbagai daerah Sumatra, membuat Sahripudin sering cicipi aneka kuliner lokal.

Hasil pengalaman itulah, menumbuhkan semangatnya untuk mendalami cara meracik mie ayam dan siomay.

Dari berdiskusi dengan para pembuat mie saat dirinya lakukan travelling. Kemudian, cobai ramuan menu sendiri. Akhirnya, Sahripudin menemukan rasa yang yang dianggapnya pas dilidah.

​Kedai Mie Ayam Albajili sendiri dibuka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 Wib.

Selain melayani makan ditempat (dine-in), kedai ini juga siap melayani pemesanan secara daring (online).

​Konsumen pun tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati semangkuk kelezatan Mie Ayam Albajili

​Mie Ayam Polos cukup Rp15.000 per porsi. ​Mie Ayam Spesial / Topping, Rp20.000 per porsi (bebas memilih tambahan topping yakni, dua buah ceker ayam, tiga buah bakso gurih, atau pangsit).

​Kedepannya, kedai ini berencana menghadirkan menu varian terbaru. Seperti siomay, mie bakso, dan bubur ayam.

Sahripudin juga katakan, hidangan pendukung seperti siomay, dirinya meracik memakai bumbu rempah khusus dan bukan sekadar adonan ikan dan penyedap rasa biasa.

​Meskipun baru dibuka, respons masyarakat Kelurahan Jagabaya II dan sekitarnya cukup terlihat. Puluhan porsi mie ayam, ludes dalam hitungan jam dihari pertama pembukaan.

​”Antusias masyarakat luar biasa. Kemarin saat acara syukuran dan kami menggratiskan mie, Alhamdulillah, 60 porsi habis dalam waktu sekitar dua jam saja” ungkapnya senang.

​Melihat sambutan itulah, Sahripudin optimis menatap prospek usahanya kedepan, Baginya, sekali melangkah, pantang berkata mundur.

​”Bagi saya, ketika melangkah harus selalu optimis. Tidak boleh ada kata pesimis. Jika sudah melangkah, kita harus bergerak dan harus berhasil. Niat dan tekad yang kuat adalah kunci utamanya” urainya semangat.

(Silo) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *