Example floating
Example floating
News

BMKG Deteksi 208 Titik Panas di Lampung, Warga Diimbau Jangan Bakar Sampah dan Lahan

×

BMKG Deteksi 208 Titik Panas di Lampung, Warga Diimbau Jangan Bakar Sampah dan Lahan

Share this article
Peta sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Lampung yang dipantau melalui laman resmi BMKG Lampung. Terlihat konsentrasi titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (oranye) hingga tinggi (merah) mendominasi wilayah utara dan timur Lampung. | Foto: BMKG Lampung

BERJAYANEWS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun membakar sampah sembarangan di tengah melonjaknya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan ini dikeluarkan setelah pemantauan satelit mendeteksi sebanyak 208 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai wilayah Lampung pada Selasa, (25/8/2026).

Kondisi cuaca kering dan angin kencang saat ini dinilai sangat rentan memicu eskalasi api. Kebiasaan masyarakat seperti membakar sampah rumah tangga atau menyalakan api di area terbuka dapat dengan cepat merambat ke vegetasi sekitarnya hingga memicu kebakaran skala besar.

Baca Juga: Gajah Taman Nasional Way Kambas Dipastikan Aman dari Kebakaran

Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menegaskan bahwa masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pergerakan titik panas terpantau merata, terutama mengancam kawasan utara dan timur Lampung.

“Hasil pemantauan satelit menunjukkan pergerakan titik panas cukup merata di wilayah utara dan timur Lampung. Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun bakar sampah secara sembarangan karena kondisi cuaca saat ini sangat memicu percepatan sebaran api,” ujar Rudi, Rabu, (26/8/2026).

Dari 208 titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA-20, sebanyak 188 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang, sembilan titik masuk kategori tinggi (high confidence), serta 11 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah. Data pemantauan tersebut berfungsi sebagai sarana deteksi dini indikasi kebakaran di lapangan.

Baca Juga: Tim Alfa Mabes TNI Diterjunkan ke TN Way Kambas, Guna Buru Titik Panas Karhutla di Medan Terisolasi

Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang menjadi lokasi dengan konsentrasi titik panas paling tinggi, meliputi Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji Timur, Gedung Meneng, hingga Dente Teladas.

Sebaran hotspot juga terdeteksi di Way Kanan dan Lampung Utara, seperti di Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Negara Batin, Sungkai Utara, dan Bunga Mayang.

Wilayah Lampung Tengah dan Lampung Timur turut menyumbang titik panas di Kecamatan Bandar Mataram, Sekampung Udik, serta Marga Tiga.

Sementara itu, di kawasan pesisir hingga Lampung Selatan, titik panas terpantau dalam jumlah lebih sedikit di wilayah Bangkunat, Ngaras, Kelumbayan, Rajabasa, dan Bakauheni.

BMKG Lampung memastikan pemantauan data titik panas akan terus dilakukan dan diperbarui secara berkala demi membantu Satgas Karhutla mengambil tindakan pencegahan secepat mungkin.

Masyarakat diminta segera melapor jika melihat kemunculan titik api serta menghentikan seluruh aktivitas pembakaran sampah maupun lahan.

(*)

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *