Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Transaksi Restoran di Bandar Lampung Stabil Selama Ramadan 2026, Bapenda Pantau 750 Alat

×

Transaksi Restoran di Bandar Lampung Stabil Selama Ramadan 2026, Bapenda Pantau 750 Alat

Share this article
Illustrasi. Tapping Box

BERJAYANEWS.COM — Aktivitas transaksi restoran dan rumah makan di Kota Bandar Lampung tidak menunjukkan lonjakan berarti selama Ramadan 2026. Pemerintah Kota Bandar Lampung menyebut transaksi yang tercatat melalui alat pemantau pajak atau tapping box relatif stabil dibandingkan hari-hari biasa.

Pelaksana Harian Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan pola operasional usaha kuliner selama bulan Ramadan.

Menurut Yusnadi, restoran cenderung sepi pada siang hari karena sebagian besar masyarakat menjalankan ibadah puasa. Aktivitas usaha baru meningkat menjelang waktu berbuka.

“Selama Ramadan tidak ada peningkatan yang berarti. Siang hari kebanyakan restoran hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang atau melalui layanan pesan antar. Ramainya biasanya saat sore menjelang berbuka,” ujar Yusnadi pada Jum’at, (13/3).

Sejumlah restoran bahkan tidak membuka layanan makan di tempat pada siang hari. Namun, aktivitas usaha kembali meningkat menjelang berbuka puasa. Sebagian restoran juga tetap melayani pelanggan pada waktu sahur.

Yusnadi mengatakan perubahan tersebut lebih banyak mempengaruhi waktu operasional ketimbang jumlah transaksi secara keseluruhan.

“Jadi sebenarnya hanya waktu operasionalnya yang berubah. Secara keseluruhan transaksi masih stabil,” katanya.

Bapenda Kota Bandar Lampung saat ini mencatat sekitar 750 unit tapping box telah terpasang di restoran dan rumah makan di wilayah tersebut.

Perangkat itu digunakan untuk merekam transaksi usaha sebagai salah satu dasar dalam pengawasan dan perhitungan pajak daerah. Data transaksi yang masuk ke sistem Bapenda juga digunakan untuk memantau perkembangan omzet usaha.

Menurut Yusnadi, penggunaan tapping box membantu pemerintah mengetahui pola transaksi secara lebih transparan. Sistem tersebut dapat menjadi indikator apabila terdapat perubahan atau ketidaksesuaian antara transaksi yang tercatat dan kondisi usaha di lapangan.

“Kalau alat ini tidak digunakan, sistem kami bisa langsung mendeteksinya karena ada indikator untuk melihat kejanggalan data transaksi,” ujar dia.

Jika sistem menemukan data yang dianggap tidak wajar, petugas Bapenda akan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi usaha.

Misalnya, jumlah transaksi yang tercatat dalam sistem sangat sedikit, sementara kondisi restoran terlihat ramai oleh pelanggan. Dalam situasi tersebut, petugas akan meminta penjelasan kepada pengelola usaha.

“Misalnya di sistem hanya tercatat 10 transaksi, padahal ketika dicek banyak pengunjung yang makan di tempat. Kalau memang terbukti alatnya tidak digunakan, maka akan kami berikan surat teguran,” katanya.

Bapenda tidak serta-merta menganggap rendahnya transaksi yang tercatat sebagai pelanggaran. Pemerintah daerah terlebih dahulu memeriksa kondisi perangkat yang digunakan pelaku usaha.

Yusnadi mengatakan gangguan teknis, seperti kerusakan baterai atau perangkat yang tidak berfungsi, akan ditangani dengan penggantian alat.

“Kalau memang rusak tentu akan kami ganti. Jadi kami pastikan pengawasan tetap berjalan,” ujarnya.

Dengan mekanisme tersebut, Bapenda berupaya memastikan data transaksi restoran tetap terekam meski terjadi perubahan pola operasional selama Ramadan.

Bapenda Kota Bandar Lampung berencana menambah jumlah tapping box untuk memperluas pengawasan terhadap transaksi usaha kuliner.

Saat ini sekitar 750 unit perangkat telah terpasang. Penambahan perangkat direncanakan dilakukan pada tahun ini.

“Sekarang jumlahnya sekitar 750 unit. Tahun ini kami rencanakan ada penambahan untuk ke depan ini,” kata Yusnadi.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *