Bandar Lampung – Anggota DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi, menegaskan bahwa urusan kebersihan bukan sekadar tugas harian, melainkan cermin nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila. Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Sabtu (25/1/2025).
Dalam sesi tersebut, Agus menyoroti bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus hidup dalam tindakan warga. Salah satu bentuk implementasinya adalah cara masyarakat memperlakukan sampah—mulai dari memanfaatkan kembali, mendaur ulang, hingga mengurangi dampaknya pada lingkungan.
“Ketika sampah kita olah menjadi sesuatu yang bermanfaat, itu bukan hanya soal kebersihan. Itu wujud dari nilai Pancasila yang kita jalankan setiap hari,” tegasnya.
Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung itu menekankan bahwa isu sampah berkaitan langsung dengan sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pengelolaan sampah yang baik, kata dia, bukan hanya melindungi lingkungan, tetapi juga membuka peluang kerja dan menambah pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor daur ulang.
Agus juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu merawat semangat persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
“Pancasila mengajarkan kita untuk hidup rukun dalam keberagaman. Lingkungan yang bersih dan harmonis tidak akan tercapai tanpa persatuan,” ujarnya.
Kegiatan itu turut menghadirkan narasumber Aep Saripudin, mantan Wakil Ketua DPRD Bandarlampung, serta tokoh masyarakat Agus Solihin. Keduanya menegaskan bahwa Pancasila harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari—mulai dari menghormati sesama hingga menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.











