BERJAYANEWS.COM — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPD LPM) Provinsi Lampung menunjukkan aksi kemanusiaan nyata dengan menyalurkan bantuan kepada mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang terdampak bencana alam. Penyerahan santunan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rektorat Universitas Lampung, Rabu, (24/12/2025)
Aksi ini merupakan bentuk empati mendalam atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Medan), dan Sumatera Barat (Padang).
Kehadiran rombongan DPD LPM Lampung disambut hangat oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.
Sebanyak sepuluh mahasiswa Unila yang keluarganya menjadi korban bencana di tiga provinsi tersebut menerima bantuan berupa uang saku tunai dan buku empat pilar dari MPR.
Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa agar mereka dapat tetap fokus menempuh pendidikan di tengah ujian yang menimpa kampung halaman mereka.
Ketua DPD LPM Provinsi Lampung, Drs. H. Ahmad Bastian SY, memimpin langsung delegasi tersebut. Ia didampingi oleh Sekretaris DPD LPM Lampung, Ali Sopyan, S.H., serta Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Dr. Topan Indrakarsa, S.H., M.H.
Turut hadir pula para pengurus daerah lainnya, termasuk Ketua LPM Kota Bandar Lampung, Busroni, S.H., M.H., dan Ketua LPM Lampung Timur, Usman, Wakil Sekretaris LPM Lampung, Arista dan Faanjir Zarami serta Tenaga Ahli Ketua, Dhanily A.S.P., S.H.
Dalam arahannya, Ahmad Bastian menekankan bahwa mahasiswa adalah bagian tidak terpisahkan dari masyarakat yang wajib mendapatkan perlindungan.
”Musibah di Aceh, Medan, dan Padang adalah duka bagi kita semua. Kami ingin memastikan bahwa adik-adik mahasiswa yang menimba ilmu di Lampung merasa didukung. Jangan sampai semangat belajar kalian patah akibat bencana ini,” pesan Ahmad Bastian dengan penuh empati
Senada dengan hal itu, Dr. Topan Indrakarsa memberikan catatan penting mengenai aspek mental dan masa depan para mahasiswa. Beliau menyoroti bahwa bantuan ini bukan sekadar soal materi, melainkan soal menjaga api semangat belajar agar tetap menyala.
”Kami menyadari bahwa bencana di kampung halaman seringkali mengguncang fokus dan psikologis mahasiswa perantau. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan stabilitas emosional mereka tetap terjaga. Kami ingin mereka merasa memiliki keluarga besar di Lampung yang siap mendukung hingga mereka meraih gelar sarjana. Pendidikan mereka tidak boleh terhenti karena keadaan ini,” tegas Dr. Topan.
Sementara itu, Sekretaris DPD LPM Lampung, Ali Sopyan, S.H., menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari implementasi peran LPM dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, gerakan ini adalah bentuk respons cepat organisasi terhadap situasi darurat yang dialami oleh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
”LPM hadir bukan hanya untuk pembangunan fisik di desa-desa, tapi juga pembangunan kemanusiaan. Kami ingin menanamkan keyakinan kepada adik-adik mahasiswa bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah. Selama mereka menuntut ilmu di Lampung, maka mereka adalah tanggung jawab moral kami juga,” ujar Ali Sopyan.
Menanggapi kepedulian tersebut, Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus LPM Lampung. Ia menilai inisiatif ini sebagai teladan luar biasa mengenai bagaimana organisasi kemasyarakatan dapat bersinergi dengan dunia pendidikan untuk memberikan dampak langsung.
”Kami sangat terharu dan bangga atas inisiatif DPD LPM Lampung. Bantuan ini bukan sekadar nilai materinya, melainkan pesan kuat bahwa mahasiswa kami tidak berjuang sendirian di perantauan,” ujar Prof. Lusmeilia.
Diana, salah satu mahasiswa asal Medan yang menjadi penerima manfaat, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-caca, ia mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian DPD LPM Lampung dan pihak rektorat.
”Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Hal ini membuktikan bahwa di Lampung, kami tidak sendirian. Kami merasa memiliki keluarga yang peduli pada kondisi kami dan keluarga kami di Sumatera Utara,” ucap Diana lirih.
Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan sesi ramah tamah yang mempererat silaturahmi antara pengurus LPM, jajaran rektorat, serta para mahasiswa terdampak.
(silo)












