BERJAYANEWS.COM – Universitas Islam Negeri UIN Raden Intan Lampung merilis pengumuman rekrutmen Duta Konselor Sahabat Unit Layanan Terpadu (ULT) tahun 2026. Program ini ditujukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Pengumuman tersebut diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA). Rekrutmen ini menyasar mahasiswa aktif semester empat yang memiliki minat pada isu pendampingan dan konseling.
Dalam dokumen resmi bernomor B-22/Un.16/LP2M/TL.01/02/2026, disebutkan bahwa panitia membuka kuota sebanyak 86 peserta untuk mengikuti tahap assessment. Dari jumlah tersebut, nantinya akan diseleksi menjadi 30 mahasiswa yang ditetapkan sebagai Duta Konselor Sahabat ULT.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir yang telah disediakan panitia. Peserta yang mendaftar diwajibkan mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk tes assessment yang jadwal dan lokasinya akan ditentukan kemudian.
Rekrutmen ini merupakan bagian dari kebijakan kampus dalam mengantisipasi dan merespons kasus kekerasan seksual, sekaligus memperkuat layanan pendampingan berbasis mahasiswa. Program ini juga merujuk pada sejumlah regulasi, mulai dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional hingga kebijakan internal kampus terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Berdasarkan jadwal yang dirilis, pengumuman pembukaan rekrutmen dimulai sejak 1 Februari 2026. Pendaftaran berlangsung pada 2 hingga 10 Februari 2026, disusul pengumuman peserta tes pada 12 Februari. Tahap seleksi assessment dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret, dengan hasil seleksi diumumkan dua hari kemudian.
Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti pembekalan dan pelatihan yang direncanakan berlangsung pada 30 hingga 31 Maret 2026. Sebelum itu, panitia akan mengumumkan lokasi dan waktu pelatihan secara resmi pada 26 Maret.
Panitia menegaskan bahwa seluruh keputusan hasil seleksi bersifat final. Jika terdapat perubahan jadwal atau ketentuan, informasi akan disampaikan melalui kanal resmi kampus.
Melalui program ini, kampus berharap dapat membentuk jejaring konselor sebaya yang mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta menciptakan lingkungan akademik yang aman dan inklusif.
(*)











