Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Sidak HP hingga Biayai Sekolah Swasta: Langkah Eva Dwiana Lindungi Siswi Korban TPPO

×

Sidak HP hingga Biayai Sekolah Swasta: Langkah Eva Dwiana Lindungi Siswi Korban TPPO

Share this article
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memberi keterangan pers di Mapolda Lampung terkait penanganan korban TPPO, Selasa, (12/5/2026). Ia menjamin kelanjutan pendidikan kedua siswi SMP tersebut hingga lulus. | Foto: Istimewa

BERJAYANEWS.COM — Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memastikan pemerintah kota akan mengambil alih tanggung jawab pendidikan dua siswi SMP berinisial R (15) dan BAA (14) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hal ini ditegaskan Eva menyusul terbongkarnya kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur yang dipekerjakan di sebuah spa di Surabaya.

Eva mengungkapkan bahwa terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan pihak sekolah terhadap salah satu korban yang mendadak berhenti masuk sekolah setelah mengikuti tes.

“Saya ceritakan sedikit kronologisnya. Jadi anak ini setelah tes, tidak masuk lagi. Kepala sekolah curiga, kemana ya anak ini. Disurati dulu, tiga hari kemudian baru pamannya datang ke sekolah, baru terbongkar seperti ini,” ujar Eva di Mapolda Lampung, Selasa, (12/5/2026).

Menyikapi status pendidikan korban yang sempat terputus, Eva menegaskan bahwa masa depan mereka adalah prioritas utama.

Mengingat kondisi psikis serta pertimbangan lingkungan sekolah, Pemkot Bandar Lampung menyiapkan opsi sekolah swasta.

Baca Juga: Iming-iming iPhone hingga Gaji Jutaan, Remaja di Lampung Jadi Mucikari Dua Siswi SMP

“Insyaallah besok kami akan melakukan peninjauan. Setelah itu, walaupun mereka tidak disarankan masuk sekolah negeri, kami di Pemerintah Kota Bandar Lampung akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah swasta, baik SMK maupun SMA yang ada di Bandar Lampung,” tegasnya.

Eva menilai hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh terputus hanya karena menjadi korban kejahatan perdagangan orang.

Selain fokus pada pemulihan korban, Eva Dwiana mencanangkan langkah preventif yang menyasar akar masalah.

Ia berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SMP di Bandar Lampung untuk memantau penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar.

Langkah ini diambil sebagai respons atas modus tersangka SAS (17) yang menjerat korban melalui ruang digital dengan iming-iming gaji jutaan rupiah dan ponsel mewah.

“Kami akan mengadakan sidak ke seluruh SMP se-Kota Bandar Lampung. Anak-anak sekarang harus sangat berhati-hati dalam menggunakan HP, apalagi jika tidak perlu. Pengawasan orang tua dan guru sangat penting,” tambah Eva.

Guna memutus rantai perdagangan orang, Eva memerintahkan perangkat daerah mulai dari tingkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Tim Satgas Anak untuk bergerak lebih aktif melakukan monitoring di wilayah masing-masing.

“Nanti komite sekolah dan Tim Satgas Anak yang memantau, jadi kalau ada anak gelagat mencurigakan akan mendatangi. Pengawasan sekolah juga dikuatkan dengan saling berkomunikasi ke wali murid agar bisa mengawasi saat di rumah,” katanya.

Eva juga mengapresiasi langkah Polda Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan pendampingan psikologis serta hukum kepada korban. Ia menegaskan akan mengawal proses hukum ini hingga selesai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda. Insyaallah kami juga akan mengawal kasus ini sampai tuntas, sampai ke akar-akarnya,” pungkas Eva.

Sebelumnya, Polda Lampung berhasil memulangkan R dan BAA dari Surabaya pada (9/5/2026).

Kedua remaja tersebut sempat dikirim ke Jawa Timur menggunakan KTP palsu untuk dipekerjakan di sebuah tempat spa setelah sebelumnya terbujuk tawaran pekerjaan dengan gaji menggiurkan.
(smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *