BERJAYANEWS.COM, JAKARTA — Ruang digital Indonesia kembali diguncang isu kebocoran data perbankan.
Kali ini, platform mobile banking Bank Central Asia (BCA) yang menjadi sorotan setelah akun X @DailyDarkWeb mengungkap adanya pihak yang memperjualbelikan ‘BCA Mobile Bank Access & Database’ di jaringan dark web pada Kamis (21/5).
Penetas mengklaim mengantongi 890.000 akses akun serta 4,9 juta basis data nasabah. Jika data ini valid, nasabah dihadapkan pada ancaman nyata penipuan digital, serangan malware, hingga modus SIM swap yang mengincar saldo rekening.
Namun, akun pemantau siber tersebut juga menegaskan bahwa klaim sang peretas masih bersifat dugaan sepihak.
Merespons kegaduhan tersebut, manajemen BCA bergerak cepat. Pada Jumat (22/5), EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, membantah keras narasi tersebut.
Berdasarkan investigasi internal yang menyeluruh, BCA memastikan tidak ada data yang bocor dan sistem pertahanan siber perseroan tetap solid. Manajemen mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu yang belum terverifikasi. (*)












