PRINGSEWU — Gelombang perlawanan mahasiswa terhadap carut-marut tata kelola pemerintahan di Kabupaten Pringsewu kian membara. Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi unjuk rasa dan orasi besar-besaran di halaman Kantor Bupati Pringsewu pada Jumat (22/5/2026) siang, demi menuntut pertanggungjawaban serta reformasi birokrasi yang dinilai mandek dan tidak profesional.
Membawa spanduk, poster kritikan, serta pengeras suara, massa aksi secara bergantian membongkar borok performa jajaran eksekutif maupun legislatif setempat. Salah satu isu krusial yang dilempar ke publik adalah pengisian struktur organisasi pemerintahan di Pemkab Pringsewu yang dinilai ugal-ugalan dan menempatkan pejabat yang tidak sesuai dengan bidang keilmuannya (mismatch). Mahasiswa menuding model penempatan jabatan seperti ini menjadi biang kerok bobrok dan tidak optimalnya pelayanan publik di Bumi Jejama Secancanan.
Tidak hanya mengepret pihak eksekutif, hantaman kritik pedas juga diarahkan langsung ke Gedung DPRD Pringsewu. Mahasiswa secara tegas mendesak adanya evaluasi total terhadap efektivitas penggunaan anggaran kunjungan kerja (kunker) dinas luar daerah para anggota dewan yang dinilai hanya menjadi ajang pemborosan uang rakyat tanpa hasil konkret.
Lebih jauh, massa juga menyoroti indikasi keterlibatan oknum DPRD dalam lingkaran bisnis program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya mereka awasi secara independen. Meski tensi sempat menghangat, aksi yang dikawal ketat oleh aparat gabungan ini akhirnya dapat berjalan dengan tertib hingga massa membubarkan diri secara amanah. (*)












