BERJAYANEWS.COM, BANDAR LAMPUNG — Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, menanggapi serius keluhan warga terkait penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bukit Kemiling Permai (BKP), Kecamatan Kemiling.
Agus menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung untuk membahas pelaksanaan anggaran tahun 2025. Salah satu fokus pembahasan dalam hearing tersebut adalah soal kesiapan dan keterbatasan armada pengangkut sampah.
“Hasil hearing menunjukkan memang terjadi peningkatan volume sampah setiap hari, sementara kapasitas armada pengangkutan masih terbatas. Namun hal itu tidak serta-merta berarti kinerja petugas pengangkut menurun,” jelas Agus, Kamis (15/5).
Agus mengaku belum menerima laporan resmi terkait kondisi di TPS BKP, namun jika penumpukan benar terjadi, ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan DLH untuk menindaklanjuti secara cepat.
“Solusi jangka pendeknya tentu segera mengangkut tumpukan sampah agar tidak menimbulkan dampak lingkungan bagi warga sekitar,” tegasnya.
Lebih lanjut, untuk solusi jangka panjang, Agus menyarankan DLH agar mempertimbangkan relokasi atau pembagian wilayah pelayanan TPS, mengingat pesatnya pertumbuhan permukiman di wilayah Kemiling.
“Kemiling ini terus berkembang, dan letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pesawaran membuka kemungkinan adanya sampah dari luar wilayah yang dibuang ke TPS BKP. Ini tentu perlu dievaluasi,” ujarnya.
Agus berharap DLH dapat segera mengambil langkah strategis dan terukur untuk menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan di Kemiling dan sekitarnya.
Sebelumnya, warga Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP) mengeluhkan penumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut oleh petugas DLH. Kondisi tersebut menyebabkan bau tidak sedap menyebar ke lingkungan sekitar dan mengganggu kenyamanan warga.
Aan (44), salah satu warga, mengungkapkan bahwa warga bersama pamong setempat bahkan telah mencoba membakar sebagian sampah untuk mengurangi volumenya, namun upaya itu tidak memberikan hasil signifikan.
“Sudah dibakar sebagian, tetapi malah makin banyak. Baunya menyebar ke mana-mana,” ujarnya, Kamis (8/5).
Warga berharap ada tindakan konkret dari pihak DLH dan perhatian serius dari pemerintah kota untuk menyelesaikan persoalan sampah yang sudah berlangsung cukup lama ini. (*)






