BERJAYANEWS.COM– Gedung DPRD Kota Bandar Lampung dipenuhi hiruk-pikuk wacana tentang APBD Tahun 2026.
Rapat paripurna yang seharusnya menjadi momen penting penyampaian pandangan umum fraksi atas Raperda APBD, justru menyisakan cerita menarik.
Di tengah suasana serius, Wakil Ketua DPRD Afrizal memimpin jalannya sidang. Namun, perhatian semua teralihkan ketika Agusman Arief, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat yang sudah tiga periode duduk di dewan, melakukan interupsi dijelang penutupan paripurna.
Dengan nada tegas, Agusman menyoroti tingkat kedisiplinan rekan-rekannya. “Paripurna ini seperti rapat komisi. Saya hitung di sisi kiri dan kanan, tidak lebih dari 10 orang hadir. Banyak kursi kosong karena sebagian anggota tidak mengikuti rapat dengan tertib,” ujarnya, menatap sekeliling ruang sidang yang nyaris setengah kosong.
Interupsi ini bukan sekadar protes, tetapi panggilan agar penyampaian Nota Keuangan APBD 2026 dilakukan dengan lebih serius.
Agusman mengingatkan, pembahasan KUA-PPAS sebelumnya sudah panjang, beberapa kali diskor, namun akhirnya pembahasan APBD justru berakhir anti-klimaks.
“Finalisasi hanya berlangsung sebentar menjelang paripurna penetapan KUA-PPAS, dengan postur APBD sekitar Rp 2,8 triliun,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dan perhatian seluruh anggota DPRD.
“Masa depan satu tahun ke depan akan diproyeksikan di RKA. Pimpinan sangat penting karena kita mewakili masyarakat. Jika tidak memperhatikan dan tidak konsisten, kita akan berada di luar. Tiba-tiba ada complain padahal penjelasan sudah disampaikan, tapi tidak diikuti,” ujarnya
Penutupan interupsi Agusman disambut tepuk tangan meriah dari pejabat OPD dan Wakil Wali Kota Dedy Amrullah, yang hadir menyaksikan rapat tersebut.
Ia juga mengingatkan rekan-rekannya, termasuk dirinya sendiri, agar realistis. “Sekadar pengingat, jangan menuntut lebih jika kita tidak bisa berbuat lebih.”
Menanggapi interupsi tersebut, Wakil Ketua DPRD Afrizal menegaskan bahwa bukan berarti anggota DPRD tidak hadir atau tidak tertib. “Semua yang hadir berjumlah 29 anggota DPRD. Saat itu sebagian sedang ke toilet, dan sebagian pimpinan ada agenda lain, seperti kunjungan Ketua KPK,” jelasnya, mencoba menenangkan suasana. (ABS/ASA)












