BERJAYANEWS.COM — Program umrah gratis Pemkot Bandar Lampung kembali menjadi sorotan tajam dalam rapat pembahasan RKA 2026 antara Komisi I DPRD dan Bagian Kesra, Kamis (20/11/2025).
Masalah muncul karena Bagian Kesra datang tanpa membawa data rinci terkait program tersebut. Akibatnya, Komisi I belum bersedia menyetujui alokasi anggaran umrah dalam RKA 2026.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bandar Lampung, Romi Husin, mengatakan pihaknya tidak bisa menyetujui anggaran tanpa melihat efisiensi dan ketepatan sasaran.
“Ada program umrah, tapi angkanya belum ada. Kita tidak ingin program ini jor-joran. Banyak hal yang lebih penting,” tegas Romi.
Ia menegaskan Komisi I harus berhati-hati karena program ini menyangkut apresiasi bagi masyarakat. Romi meminta Kesra melakukan verifikasi ketat agar tidak terjadi keberangkatan ulang bagi warga yang sudah pernah berangkat.
“Umrah harus tepat sasaran. Jangan yang sudah berangkat diberangkatkan lagi,” tambahnya.
Komisi I membuka kemungkinan untuk memanggil kembali Bagian Kesra jika data belum juga lengkap.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra, Jhoni Asman, mengakui program 2026 masih mengikuti pola tahun sebelumnya. Namun ia tidak memberikan penjelasan detail mengenai besaran anggaran.
Menurutnya, tidak ada program baru, dan teknis pelaksanaan kemungkinan dimajukan karena perkiraan Ramadan yang datang lebih cepat. “Anggaran tetap seperti usulan biasa,” katanya singkat.
(smd)











