BERJAYANEWS.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung mencatatkan capaian signifikan dengan menyalurkan bantuan kepada 2,3 juta penerima hingga awal Desember 2025.
Pemerintah pun memastikan distribusi nutrisi ini tetap berjalan konsisten bagi siswa dan kelompok rentan meski memasuki masa libur sekolah dan libur nasional.
Angka 2,3 juta penerima tersebut merupakan bagian dari total target 2,7 juta jiwa di Lampung yang mencakup anak sekolah (PAUD hingga SMA/SMK), ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Saat ini, sebanyak 769 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 79 persen dari total 610 dapur operasional telah aktif bergerak di seluruh wilayah Lampung.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Achmad Hery Setiawan, menjelaskan bahwa keberlanjutan program saat libur sekolah mengacu pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 52.1 Tahun 2025.
“Libur sekolah bukan berarti pelayanan gizi berhenti. Kami telah memiliki pedoman tata kelola agar distribusi tetap berjalan, baik untuk siswa maupun kelompok ibu hamil dan balita,” ujar Hery saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (19/12/2025).
Untuk menyiasati absennya aktivitas di sekolah, KPPG melakukan penyesuaian jenis paket makanan. Selain makanan hangat siap santap dari SPPG, petugas akan mendistribusikan paket tambahan berupa roti, telur, susu, dan buah yang memiliki daya simpan lebih lama namun tetap memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Mekanisme distribusinya dibuat fleksibel; jika sekolah libur pada hari tertentu, paket akan dibagikan satu hari sebelumnya untuk dibawa pulang oleh siswa.
Dalam teknisnya, KPPG menerapkan sistem tukar tas (totebag) warna-warni sebagai identitas distribusi sekaligus sarana edukasi kedisiplinan bagi para siswa dan santri.
Hery menekankan bahwa pelayanan bagi Kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita) sama sekali tidak terpengaruh oleh hari libur sekolah. Kelompok ini akan terus menerima distribusi makanan bergizi selama enam hari kerja dalam seminggu, dari Senin hingga Sabtu.
“Fokus kami memastikan tidak ada celah pemenuhan gizi di masyarakat Lampung. Kami berharap seluruh SPPG tetap mempedomani aturan BGN dalam melayani masa libur sekolah dan Nataru (Natal dan Tahun Baru),” pungkasnya.
(smd)












