Example floating
Example floating
Kabar PemrovRuwai Jurai

Sambut Ramadan 1447 H, Tradisi Blangikhan Lampung Didorong Jadi Agenda Wisata Nasional

×

Sambut Ramadan 1447 H, Tradisi Blangikhan Lampung Didorong Jadi Agenda Wisata Nasional

Share this article

LAMPUNG TENGAH,BERJAYANEWS.C0M – Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPP Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) menggelar tradisi Blangikhan di Sesat Agung Nuwo Balak, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (18/2/2026). Ritual adat menyucikan diri menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah ini kini didorong untuk menjadi daya tarik wisata tingkat nasional.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa, yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi pelestarian Blangikhan yang telah berstatus sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2019. Ia menilai tradisi ini berpotensi besar menjadi atraksi wisata budaya yang memikat jika dikemas secara optimal.

“Tradisi ini sangat potensial menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya di Lampung, yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Wamenpar Ni Luh.

Senada dengan Wamenpar, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menargetkan Blangikhan dapat masuk ke dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk memperkuat promosi daerah. Ia menyandingkan potensi Blangikhan dengan tradisi Melukat di Bali yang telah dikenal luas. Terlebih, berdasarkan data BPS, tingkat kunjungan wisatawan ke Lampung saat ini berada di peringkat 10 besar nasional.

Lebih dari sekadar potensi wisata, Wagub Jihan menekankan makna spiritual di balik Blangikhan. “Tradisi turun mandi ini adalah medium untuk membersihkan diri, menata niat, serta meluruskan kembali hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar,” jelasnya.

Nilai kearifan lokal ini juga diamini oleh Ketua Umum MPAL, Rycko Menoza SZP, dan Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri. Keduanya sepakat bahwa Blangikhan bukan sekadar seremonial, melainkan filosofi kehidupan masyarakat Lampung yang berjalan selaras dengan nilai-nilai agama dan wajib diwariskan kepada generasi muda.

Rangkaian kegiatan yang turut dihadiri oleh Ketua Umum DPP Lampung Sai, Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, ini diawali dengan arak-arakan budaya dari Rumah Dinas Bupati menuju lokasi acara. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pameran produk dan kuliner khas daerah dari para pelaku UMKM setempat.

Sebagai puncak acara, Wagub Jihan bersama Wamenpar, Ketua MPAL, dan Plt. Bupati Lampung Tengah melakukan prosesi pecah kendi dan penyiraman air suci kepada pemuda-pemudi adat (muli mekhanai) sebagai simbol resmi dimulainya tradisi Blangikhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *