Berjayanews.com,- Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat delapan direksi baru BPJS Kesehatan melalui Keppres Nomor 17/P Tahun 2026. Dalam keputusan tersebut, Prabowo menunjuk Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama periode 2026–2031.
Pergantian ini sekaligus memberhentikan jajaran Dewan Pengawas dan Direksi periode 2021–2026. Proses seleksi direksi dilakukan Panitia Seleksi (Pansel), sementara lima anggota Dewan Pengawas dipilih DPR melalui uji kelayakan dan kepatutan.
Direktur Utama Baru: Kendali di Tangan Jenderal Medis
Posisi Direktur Utama kini resmi dijabat oleh Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, SpJP(K), MMRS. Penunjukan mantan Dekan FK Unhan dan eks Kepala Departemen RSPAD Gatot Soebroto ini dinilai sebagai langkah strategis Presiden untuk memperkuat kedisiplinan dan tata kelola di lembaga penjamin kesehatan terbesar di Indonesia tersebut.
Kejutan di Jajaran Dewan Pengawas
Selain aspek militer, sorotan publik tertuju pada masuknya figur publik dr. Lula Kamal ke dalam jajaran Dewan Pengawas dari unsur Tokoh Masyarakat. Kehadiran dr. Lula Kamal diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara BPJS Kesehatan dengan masyarakat luas, serta meningkatkan transparansi pengawasan.
Penyegaran Direksi dan Persetujuan DPR
Seluruh jajaran Direksi terpilih merupakan hasil seleksi ketat oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang kemudian dipilih langsung oleh Presiden. Sementara itu, lima anggota Dewan Pengawas telah mengantongi restu dari DPR RI setelah melewati proses fit and proper test pada 10 Februari lalu.
Berikut adalah komposisi lengkap Direksi dan Pengawas BPJS Kesehatan 2026—2031:
JAJARAN DIREKSI:
Direktur Utama: Prihati Pujowaskito
Direktur: Abdi Kurniawan Purba
Direktur: Akmal Budi Yulianto
Direktur: Bayu Teja Muliawan
Direktur: Fatih Waluyo Wahid
Direktur: Setiaji
Direktur: Vetty Yulianty Permanansari
Direktur: Sutopo Patria Jati
DEWAN PENGAWAS:
Afif Johan
Stevanus Adrianto
Paulus Agung Pambudhi
Sunarto
Lula Kamal
(*)












