Example floating
Example floating
News

Bukan Sekadar Formalitas, PTPN IV Regional VII Perketat Pagar Keuangan Lewat Pelatihan CSA

×

Bukan Sekadar Formalitas, PTPN IV Regional VII Perketat Pagar Keuangan Lewat Pelatihan CSA

Share this article
PELATIHAN - PTPN IV Regional VII menyelenggarakan Pelatihan CSA, bagian implementasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR). 

Bandar Lampung – PTPN IV Regional VII menyelenggarakan Pelatihan Control Self Assessment (CSA) sebagai bagian implementasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan efektivitas kontrol internal di seluruh siklus operasional perusahaan.

Juga upaya untuk semakin memperkuat sistem pengendalian internal serta meningkatkan kualitas pelaporan keuangan.

Pelatihan diikuti perwakilan karyawan dari berbagai unit dan bagian di lingkungan PTPN IV Regional VII.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait mekanisme CSA serta peran pentingnya dalam mendukung implementasi ICOFR secara menyeluruh (full cycle).

Region Head PTPN IV Regional VII diwakili oleh Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan Mario Ellyando Zein menyampaikan, saat ini perusahaan telah memasuki tahapan krusial dalam implementasi ICOFR.

“Sejalan dengan pelaksanaan implementasi ICOFR secara full cycle, saat ini kita telah memasuki tahapan implementasi yang menjadi fase krusial dalam memastikan efektivitas sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangan,” ujarnya.

“Pelaksanaan ini diwujudkan melalui kegiatan Control Self Assessment (CSA) atas setiap aktivitas di seluruh siklus yang telah terpetakan dan berlaku di seluruh Regional,” sambung dia.

Ia menegaskan CSA bukan sekadar formalitas administratif, melainkan proses sistematis untuk memastikan seluruh kontrol yang telah dirancang berjalan secara efektif dan mampu memitigasi risiko.

“CSA merupakan upaya untuk mengidentifikasi, menilai, dan memastikan setiap kontrol telah berjalan dengan baik,” kata dia.

“Hal ini penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) serta memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan keuangan,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan, hasil pelaksanaan CSA akan menjadi bagian dari pelaporan kepada otoritas terkait sebagai bentuk kepatuhan perusahaan.

Pada akhir April 2026, hasil dari pelaksanaan CSA ini akan dilaporkan kepada Badan Pengawas BUMN sebagai bagian dari implementasi Peta Jalan ICOFR.

“Mengingat posisi PTPN IV sebagai bagian dari PTPN III yang termasuk BUMN Sistemik A Tier 1, maka kita memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kualitas pelaporan pada level konsolidasi,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dan serius dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan.

“Saya berharap seluruh jajaran dapat berperan aktif, serius, dan penuh tanggung jawab, baik dalam proses sosialisasi maupun pengisian kertas kerja CSA,” tegasnya.

“Kolaborasi yang baik antara unit kerja, Divisi Manajemen Risiko, serta konsultan yang terlibat akan sangat menentukan keberhasilan implementasi ini,” terus dia.

Wawan Irawan selaku Kasubdiv Risiko Strategic & Korporasi menjelaskan, CSA merupakan bagian penting dalam pengujian efektivitas aktivitas pengendalian yang telah dirancang.

“CSA merupakan bentuk testing terhadap aktivitas pengendalian. Kita melihat apakah aktivitas yang dilakukan sudah sesuai dengan desain yang telah disusun berdasarkan SOP yang berlaku di PTPN IV,” ujarnya.

“CSA ini diimplementasikan dalam kerangka ICOFR sebagai salah satu tools untuk memberikan jaminan terhadap laporan yang kita hasilkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuan utama dari implementasi ICOFR adalah membangun keyakinan bagi para pemangku kepentingan terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan.

“Dengan ICOFR, kita ingin memastikan laporan yang disusun memiliki tingkat keandalan yang tinggi, sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada stakeholder,” tambahnya.

Implementasi CSA dalam kerangka ICOFR diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat dalam mendukung transformasi perusahaan menuju tata kelola yang lebih modern dan terpercaya.

Sekaligus memperkuat posisi PTPN IV sebagai bagian dari BUMN yang berkontribusi strategis dalam perekonomian nasional.(rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *