BERJAYANEWS.COM,- Di ujung utara Halmahera, tepatnya di Desa Kapa-Kapa, potret pendidikan kita masih berselimut duka. Di saat kebijakan nasional berganti nama, anak-anak kita masih harus bertaruh nyawa, berdiri di atas rakit bambu demi menyeberangi sungai hanya untuk sebuah kata: Cerdas.
Kecerdasan mereka tidak lagi diukur dari angka di atas kertas, melainkan dari seberapa tangguh mereka melawan kerasnya alam. Kita tidak bisa hanya bicara soal pemenuhan gizi atau makan bergizi gratis (MBG) jika akses jalannya saja masih mengancam nyawa. Kebijakan tanpa infrastruktur hanyalah harapan kosong yang digantungkan di pundak kecil mereka.
Kebijakan pusat jangan hanya indah di atas meja, tapi harus melihat langsung kondisi geografis yang ekstrem.
Pengadaan pangan harus dibarengi pembangunan jembatan. Jangan biarkan cuaca yang berubah-ubah di Loloda Utara menjadi saksi bisu tragedi anak bangsa saat hari ujian tiba.
Mari kita mengkritisi dengan hati, memberi solusi dengan aksi. Jangan biarkan potret pilu ini terulang kembali. Anak-anak Loloda Utara berhak atas masa depan yang aman, bukan sekadar janji yang hanyut terbawa arus sungai. (*)










