BERJAYANEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Pengelolaan dana pinjaman daerah senilai Rp1 triliun dari Bank BJB untuk infrastruktur di Provinsi Lampung berada di bawah sorotan tajam.
Dugaan persekongkolan dalam proses lelang di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung tercium ke publik, memicu kekhawatiran adanya praktik “Tender Kurung” yang menguntungkan kelompok tertentu.
Ketua Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, membeberkan data janggal dari layanan pengadaan elektronik (LPSE). Dari total dana jumbo tersebut, sisa anggaran hasil negosiasi hanya menyentuh angka Rp40 miliar atau hanya sekitar 4% dari total pagu.
Angka ini dianggap tidak wajar dalam sebuah kompetisi pengadaan barang dan jasa yang sehat.
“Sisa anggaran yang sangat minim ini menjadi sinyal kuat adanya dugaan persekongkolan. Lelang terkesan hanya formalitas administratif untuk melegalkan pemenangan rekanan yang sudah ‘dikunci’ sejak awal,” ungkap Ichwan, Kamis (16/4/2026).
Kritik juga menyasar efektivitas pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Lampung. Berkaca tahun sebelumnya, BPK disinyalir hanya mampu menyentuh 20% dari total proyek yang ada.
JPSI mengkhawatirkan 80% sisa proyek pada tahun 2026 akan menjadi “zona gelap” yang luput dari pemeriksaan, sehingga potensi kerugian negara tidak terdeteksi sejak dini.
JPSI mensinyalir dugaan kerugian negara terstruktur, mulai markup harga hingga manipulasi teknis durasi pekerjaan.
Ichwan menegaskan bahwa dana ini adalah utang daerah yang nantinya akan dibebankan kepada rakyat melalui APBD.
“Kami tidak akan membiarkan dana rakyat dikelola dengan cara yang ugal-ugalan. Jika kompetisi harga ditiadakan demi memenangkan ‘titipan’ elit, maka rakyatlah yang paling dirugikan,” pungkasnya
Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah, serta pihak BPK Perwakilan Lampung belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbtikan. Beberapa kali pesan yang dikirim pribadi belum direspons, namun redaksi tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi. (SMD/ABS)












