BERJAYANEWS.COM — Niat hati ingin menikmati indahnya silaturahmi di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, apa daya nasib apes justru menimpa warga Jalan Ikan Paus, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. Pada Rabu (27/5/2026) pagi.
Di saat warga sedang hangat-hangatnya berkumpul bersama keluarga besar, jerit histeris justru pecah akibat amukan si jago merah yang meludeskan bedeng lima pintu.
Kebakaran hebat yang memicu kepanikan luar biasa ini terjadi sekitar pukul 09.46 WIB. Asap hitam pekat mendadak membumbung tinggi ke langit, memicu warga sekitar yang tengah merayakan lebaran berhamburan menyelamatkan diri.
Menurut Ketua RT setempat, Herlina, petaka ini diduga kuat bermula dari korsleting listrik di bagian atap bedeng nomor 3 yang dihuni oleh Ranta (63).
Karena bangunan saling berdempetan di kawasan padat penduduk, api dengan sangat beringas langsung merembet dan menjilat habis bangunan di sekitarnya.
“Diduga dari korsleting listrik di atap bedeng nomor 3. Api langsung membesar dan menyambar ke bedeng lainnya,” kata Herlina.
Mendapat laporan genting, Markas Komando (Mako) Damkarmat Tendean langsung tancap gas. Hanya dalam waktu dua menit, jagoan pemadam dari Pos Siaga Teluk Betung Selatan sudah tiba di lokasi bencana.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran berkekuatan penuh beserta 37 personel Pleton C diterjunkan ke medan laga untuk menjinakkan sang jago merah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, menegaskan anak buahnya harus berjibaku keras melawan kobaran api yang terus berkobar.
“Proses pemadaman selesai sekitar pukul 11.00 WIB dengan menghabiskan kurang lebih 10 tangki air,” kata Anthony.
Meski tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang merenggut nyawa, kerugian materiil akibat peristiwa ini bikin elus dada. Total kerugian ditaksir tembus lebih dari Rp125 juta.
Nasib paling tragis dialami oleh Ranta, di mana bedeng nomor 3 miliknya yang menjadi titik awal api mengalami kerusakan paling parah.
Tak hanya bangunan yang hangus, harta benda hasil keringatnya berupa emas seberat 10 gram, uang tunai, televisi, hingga kulkas kini berubah menjadi arang dan abu gosok.
Nasib serupa juga menimpa tetangga bedengnya, seperti Erwan di bedeng nomor 1 yang mendapati atap dan tembok rumahnya hancur berantakan.
Sementara di bedeng nomor 2, Dewantoro terpaksa gigit jari karena surat-surat penting, alat elektronik, dan perabot rumahnya ludes tak bersisa.
Tak kalah merana, Indra Fauzi di bedeng nomor 4 dan Wina di bedeng nomor 5 juga harus meratapi peralatan elektronik serta perabot dapur mereka yang rusak parah diamuk api.
Bahkan, loteng rumah milik warga lain bernama Amin Supardi juga ikut tersengat jilatan api hingga mengalami kerugian ratusan ribu rupiah.
Kini, hari raya yang seharusnya penuh tawa dan kebahagiaan justru berubah menjadi duka lara berkuah air mata.
Di saat warga kota lain sibuk merayakan hari kemenangan dengan sukacita, para korban kebakaran ini justru harus mengais sisa-sisa barang berharga di antara puing-puing hitam rumah mereka yang sudah rata dengan tanah. Kasus ini kini tengah diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.
(***)












