Example floating
Example floating
Ruwai Jurai

Lasef 2026 Catat Komitmen Pembiayaan Syariah Rp230 Miliar, Libatkan 9.873 UMKM

×

Lasef 2026 Catat Komitmen Pembiayaan Syariah Rp230 Miliar, Libatkan 9.873 UMKM

Share this article

BERJAYANEWS.COM — Sebanyak 9.873 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat dalam kegiatan business matching pembiayaan syariah pada ajang Lampung Sharia Economic Festival (Lasef) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang digelar di Lampung City Mall, Bandar Lampung, pada 8-10 Mei 2026. Kegiatan tersebut berhasil mencatat komitmen pembiayaan syariah senilai sekitar Rp230 miliar dengan melibatkan 15 lembaga keuangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung. Selama tiga hari pelaksanaan Lasef 2026, masyarakat juga memadati berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM, bazar kuliner halal, hingga promosi produk unggulan daerah seperti kopi dan keripik khas Lampung.

Menurut Bimo, sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, dan lembaga keuangan syariah membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha melalui kegiatan business matching.

“Melalui sinergi bersama OJK Provinsi Lampung dan lembaga keuangan syariah, kegiatan business matching pembiayaan yang dilaksanakan dalam Lasef 2026 berhasil mencatat komitmen pembiayaan senilai sekitar Rp230 miliar dengan melibatkan 15 lembaga keuangan dan 9.873 UMKM,” ujar Bimo.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menutup Lasef 2026 mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Lampung atas penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, Lasef menjadi bukti bahwa ekonomi syariah terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pelaku usaha.

“Tadi telah kita saksikan bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” kata Gubernur Mirza.

Ia menilai Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena didukung sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta UMKM yang menjadi bagian penting dari ekosistem industri halal. Partisipasi puluhan UMKM dalam Halal Mart, menurutnya, juga menunjukkan besarnya potensi produk lokal Lampung untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Saya yakin, dengan didukung kekuatan sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif yang terus berkembang, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia berharap kolaborasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus diperkuat agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Lampung.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *