Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Semarakkan HUT RI ke-81, Sri Ningsih Boyong Senam SICITA ke Tengah Masyarakat

×

Semarakkan HUT RI ke-81, Sri Ningsih Boyong Senam SICITA ke Tengah Masyarakat

Share this article
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Sri Ningsih Djamsari (tengah) berfoto selfie bersama para peserta Gebyar Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SICITA) di Sukarame, Bandar Lampung, Minggu (23/8/2026). Dalam momen tersebut, Sri Ningsih dan warga tampak kompak bergaya 'metal' (tiga jari) yang identik dengan salam 'moncong putih' khas kader PDI Perjuangan. | Foto: Adsza

BERJAYANEWS.COM — Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu memadati kediaman anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Ningsih Djamsari, guna mengikuti Gebyar Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SICITA) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Agenda olahraga massal yang mengusung konsep kebugaran dan kebudayaan ini berlangsung meriah di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, pada Minggu, (23/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah, dengan turut serta Srikandi Juang PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung.

Sri Ningsih menjelaskan bahwa acara ini difokuskan sebagai ruang silaturahmi sekaligus ajang mengampanyekan gaya hidup sehat di tingkat tapak.

“Event kali ini khusus memperingati HUT RI ke-81. Memang sudah saya rencanakan untuk senam bersama ibu-ibu yang biasa saya kunjungi di setiap RT,” kata Sri Ningsih saat ditemui usai senam.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kecamatan Sukarame, tetapi juga mencakup warga dari kecamatan sekitarnya seperti Sukabumi hingga Tanjung Senang.

Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SICITA) merupakan program olahraga kebugaran yang dirancang oleh PDI Perjuangan dan resmi diluncurkan pada Januari 2022.

Senam ini dirancang unik karena menggabungkan gerakan olah tubuh dinamis dengan iringan musik serta lagu-lagu daerah dari seluruh pelosok nusantara.

Secara teknis, struktur gerakan SICITA terbagi ke dalam empat tahapan utama yang masing-masing menyimpan makna filosofis.

Tahap awal dimulai dengan teknik pernapasan untuk melatih fokus dan membangun semangat. Tahap selanjutnya adalah pemanasan yang terdiri dari tiga gerakan dasar untuk meregangkan otot serta menyiapkan fisik.

Masuk pada gerakan inti, terdapat lima gerakan utama yang merepresentasikan nilai-nilai Pancasila, salah satunya disimbolkan lewat gerakan membentangkan lima jari.

Rangkaian ini kemudian diakhiri dengan pendinginan guna menurunkan denyut jantung secara bertahap menuju kondisi normal. Beberapa gerakan wajib dalam SICITA juga sarat akan simbol sosial.

Gerakan menempelkan tangan kanan di bahu dan tangan kiri di pinggang melambangkan sikap gotong royong.

Sementara gerakan hormat dengan tangan kanan di pinggang mengekspresikan rasa hormat antar sesama.

Adapun gerakan melipat tangan kanan di atas tangan kiri serta sikap salam menegaskan pesan persatuan dan rasa syukur, yang ditutup dengan tepuk tangan meriah sebagai simbol optimisme.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa PDI Perjuangan memiliki program senam yang bertujuan mendorong pola hidup sehat, sekaligus merawat kebudayaan nasional lewat musik daerah yang diaransemen di dalamnya,” tutur legislator yang duduk di Komisi IV DPRD Bandar Lampung tersebut.

Sebagai anggota dewan yang membidangi sektor kesehatan dan kesejahteraan rakyat, Sri Ningsih juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik secara konsisten, khususnya bagi masyarakat yang mulai memasuki usia lanjut.

“Pesan saya, jaga kesehatan dan pola hidup sehat. Olahraga itu harus rutin, minimal 30 menit sehari kita bergerak. Apalagi bagi yang sudah berusia 45 tahun ke atas, badan harus tetap aktif bergerak, tidak harus senam berat, jalan kaki pun jadi,” pungkasnya.

(smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *