Example floating
Example floating
Bandar Lampung

DLH Bandar Lampung Plot Anggaran Rp 32 Miliar Beli 38 Unit Angkutan Sampah & Modernisasi TPA Bakung di Tahun 2026

×

DLH Bandar Lampung Plot Anggaran Rp 32 Miliar Beli 38 Unit Angkutan Sampah & Modernisasi TPA Bakung di Tahun 2026

Share this article
Foto Istimewa : DLH Bandar Lampung Plot Anggaran Rp 32 Miliar Beli 38 Unit Angkutan Sampah & Modernisasi TPA Bakung di Tahun 2026

BERJAYANEWS.COM,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung menargetkan penambahan armada angkutan sampah dan modernisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung pada 2026.

Dua program prioritas diusulkan dengan anggaran mencapai Rp 32 miliar yang terungkap dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 yang dibahas bersama Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis (20/11/2025).

Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, menjelaskan fokus utama DLH tahun anggaran 2026 adalah penguatan infrastruktur persampahan.

“Kita program prioritasnya adalah pembelian kendaraan di 2026, dan juga terkait dengan TPA Bakung,” ujar Feriyanto, usai rapat.

Program modernisasi TPA Bakung, yang selama ini kerap menjadi sorotan, akan diubah dari sistem terbuka (open dumping) menjadi pengolahan yang lebih ramah lingkungan.

“Iya, arahnya begitu. TPA Bakung akan berubah menjadi sanitary landfill atau control landfill,” tegasnya.

Untuk menunjang program kebersihan dan meningkatkan cakupan layanan angkutan sampah, DLH akan melakukan penambahan armada secara besar-besaran. Total anggaran Rp 32 miliar yang diusulkan akan digunakan untuk dua program prioritas tersebut.

Rencananya, DLH akan menambah 38 unit kendaraan baru. Angka ini akan meningkatkan kekuatan armada DLH secara drastis dari 67 unit yang ada saat ini.

“38 unit dari yang sekarang 67. Jadi, total armada nanti 105 unit,” rincinya.

Penambahan armada ini diharapkan bisa mengatasi masalah tumpukan sampah di berbagai lokasi dan memastikan jadwal pengangkutan berjalan lebih efektif.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung yang menargetkan memiliki 100 armada angkutan sampah pada 2026.

Feriyanto mengatakan, transformasi TPA Bakung menjadi sanitary landfill atau control landfill merupakan jawaban atas tuntutan pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, sekaligus merespons permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh sistem open dumping sebelumnya.

Sistem sanitary landfill kata dia mengharuskan sampah dipadatkan dan ditutup dengan lapisan tanah setiap hari, sehingga mengurangi risiko pencemaran air, tanah, dan udara, termasuk bau tak sedap.(smd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *