Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Ibu Muda Diduga Alami Pelecehan Kepala Puskesmas Pembantu Gudang Lelang, Warga Minta Wali Kota Bertindak

×

Ibu Muda Diduga Alami Pelecehan Kepala Puskesmas Pembantu Gudang Lelang, Warga Minta Wali Kota Bertindak

Share this article
Ilustrasi. dugaan pelecehan yang dialami seorang ibu muda saat pemeriksaan kesehatan oleh oknum Kepala Puskeskel Gudang Lelang, Bandar Lampung. (Istimewa)

Laporan Wartawan Ari Budiman Sanjaya

BANDAR LAMPUNG, BERJAYANEWS.COM — Seorang ibu muda berinisial R, warga Gudang Lelang, diduga menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh O, Kepala Puskesmas Pembantu Gudang Lelang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu, tepatnya pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban yang merupakan ibu satu anak sedang berobat dan diperiksa langsung oleh terduga pelaku.

“Dia cerita ke kami, saat diperiksa menggunakan stetoskop, alat itu dimasukkan lewat bagian bawah baju hingga menyentuh bagian sensitifnya,” ungkap seorang kerabat korban yang enggan disebutkan namanya, Selasa (23/9/2025).

Menurut saksi, kondisi Puskesmas saat itu sedang sepi, sehingga korban sendirian di ruangan bersama O. “Korban tidak berani berteriak karena takut, apalagi tidak ada orang lain di sekitar. Ketika hendak keluar ruangan, pelaku justru semakin mendekat,” tambahnya.

Usai kejadian, korban sempat menceritakan peristiwa itu kepada tetangga dan bidan setempat. Namun upaya menindaklanjuti kasus terhambat karena korban merasa takut untuk melapor lebih jauh.

“Ini jelas pelecehan, bukan sekadar pelayanan buruk. Kami minta pimpinan Puskesmas diganti agar masyarakat merasa aman ketika berobat,” tegas salah seorang warga lainnya.

Selain dugaan pelecehan, masyarakat mengeluhkan turunnya kualitas pelayanan di Puskesmas sejak dipimpin O.

Mereka menyoroti jam operasional yang tidak konsisten, pelayanan yang dinilai tidak profesional, hingga kenaikan harga obat. Misalnya, pil KB yang sebelumnya dijual Rp10 ribu kini naik menjadi Rp15 ribu tanpa alasan jelas.

“Pelayanan jadi buruk, pasien semakin sepi. Kepala Puskesmas juga sering tidak ada di tempat dan membawa orang sembarangan masuk ke ruangan. Dulu Puskesmas ini tertib dan steril, sekarang sangat berbeda,” tambahnya seraya meminta wali Kota bertindak.

Sementara Kepala Puskesmas Pembantu OK yang dikonfirmasi membantah semua tudingan tersebut.

“Tidak ada itu, tidak benar, siapa itu” kata dia saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp, Selasa (23/9/2025).

Terkait pil KB yang dijual dari harga resmi, lagi-lagi OK membantahnya.

“Tidak ada, itu biasa sesuai harga dijual Rp5 ribu, kecuali kalau beli lebih,” tegasnya.(abs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *