BANDARLAMPUNG,- Transformasi digital mengubah wajah jurnalisme secara drastis. Para pewarta kini dihadapkan pada tantangan besar: menjaga integritas dan akurasi di tengah derasnya arus informasi daring.
Salah satu tantangan utama adalah proses verifikasi berita. Di era media sosial, informasi bisa viral dalam hitungan detik, namun kebenarannya sering kali diragukan.
“Sekarang kami harus menelusuri jejak digital, periksa metadata foto, dan membandingkan sumber di berbagai platform,” ungkap Wakos Reza Gautama Mantan Ketua AJI Bandar Lampung.
Pria yang masih menekuni dunia jurnalis di media nasional ini, mengatakan tekanan menjadi yang tercepat, sering kali berbenturan dengan tuntutan akurasi.
Karena itu, lanjut dia jurnalis berperan penting sebagai penjaga gerbang informasi agar publik menerima fakta, bukan fiksi.
“Proses verifikasi yang ketat menjadi kunci menjaga kepercayaan publik aset paling berharga dalam dunia jurnalistik modern,” tegas bapak dua anak ini. (wen)












