Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Hari Lahir Pancasila 2026, Mitra Kodim 0410 KBL Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila Lewat Tindakan Nyata

×

Hari Lahir Pancasila 2026, Mitra Kodim 0410 KBL Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila Lewat Tindakan Nyata

Share this article

BERJAYANEWS.COM, Peringatan Hari Lahir menjadi pemantik refleksi mendalam bagi berbagai elemen masyarakat diKota Bandar Lampung.

Dalam giat upacara tahunan yang rutin diadakan itu, Ketua Mitra Kodim 0410 Kota Bandar Lampung (KBL), M. Sahripudin, SP, mengingatkan, agar peringatan sejarah ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial.

Melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata diseluruh lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Senin (1/6/2026)

​Apresiasi tinggi juga disampaikan Sahripudin kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dinilai konsisten merawat ingatan sejarah masyarakat terhadap lahirnya Pancasila sebagai fondasi dasar negara.

Kendati demikian, Sahripudin menekankan bila esensi sejati dari Pancasila terletak pada pengamalannya secara konkret, bukan pada kemeriahan perayaannya semata.

​”Pancasila adalah instrumen utama yang mempersatukan kemajemukan bangsa ini. Nilai-nilai didalamnya harus hidup dan diimplementasikan secara riil dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat, demi menjaga kerukunan, kekompakan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetap terjaga” ujar Sahripudin ketika ditemui disela akhir upacara pengibaran bendera merah putih diarea Pemkot Bandar Lampung.

​Dalam pandangannya, kelima sila yang terkandung dalam Pancasila sudah mencakup seluruh aspek penting humanisme. Mulai dari Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, hingga Keadilan Sosial.

Sahripudin menerangkan bagaimana sila pertama harus melandasi toleransi beragama di Indonesia yang mengakui keberagaman keyakinan. Perbedaan prinsip ibadah, senantiasa harus saling menghormati tanpa ada ruang untuk saling mencela.

​Begitu pula pada sila kedua. Yang menekankan bentuk sikap tenggang rasa dan kepedulian antar sesama manusia.

Menurutnya, karakter kepedulian sosial yang kuat inilah yang membedakan identitas bangsa Indonesia dengan negara-negara lain didunia. Sehingga, memampukan bangsa ini tetap solid menghadapi berbagai tantangan zaman.

​Sebagai organisasi bentukan dan binaan resmi TNI, khususnya Kodim 0410/KBL, Mitra Kodim merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal ideologi ini.

Sahripudin menegaskan, jajarannya yang tersebar hingga tingkat Kelurahan semua berkomitmen penuh guna mengedukasi dan menyosialisasikan nilai-nilai luhur Pancasila ditengah masyarakat.

​Soroti berita-berita tentang potret kenakalan remaja, Sahripudin justru memberi usulan agar, pola Penataran P4, dilakukan dan dihidupkan Kembali

​Selain berbicara mengenai aspek persatuan, Sahripudin menyoroti fenomena degradasi moral yang kian marak menjangkiti generasi muda sekarang.

Maraknya aksi tawuran antarpelajar, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga tindakan perundungan (bullying) dinilai sebagai dampak langsung dari bergesernya muatan lokal moralitas dalam kurikulum pendidikan sejak era reformasi.

Dirinya mengamati, anak-anak zaman sekarang cenderung lebih asyik dengan gawai dan teknologi tanpa adanya kontrol yang ketat. Akibatnya, mereka dengan mudah mengadopsi budaya luar yang tidak selaras dengan etika ketimuran Indonesia, sehingga mengikis karakter asli bangsa.

​Untuk memutus rantai persoalan ini, Sahripudin mendorong pemerintah pusat maupun daerah supaya merumuskan kebijakan yang tegas dan integratif. Salah satu langkah konkret yang diusulkannya, untuk menghidupkan kembali model pembekalan moral pra-sekolah. Yang mirip dengan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) saat diterapkan dijaman Orde Baru.

​”Dulu, setiap siswa yang hendak masuk ke jenjang pendidikan baru, baik SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi, diwajibkan mengikuti penataran P4. Sistem tersebut terbukti berhasil menanamkan pemahaman mendalam mengenai butir-butir Pancasila sejak dini, sehingga anak-anak tahu bagaimana bersikap dalam kehidupan sehari-hari” jelasnya mengenang.

​Lebih lanjut, Sahripudin juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan jaminan perlindungan hukum yang jelas bagi para guru disekolah. Menurutnya, suasana pendidikan sekarang justru seperti membuat para pendidik merasa dilematis dan takut dalam mendisiplinkan siswa-siswinya. Karena dibayangi kekhawatiran dipidanakan oleh orang tua murid.

​Jika rasa takut ini terus dibiarkan, proses nilai dan pembentukan karakter disekolah tidak akan berjalan maksimal.

Untuk itu, regulasi yang membatasi ruang kenakalan remaja sekaligus melindungi profesi guru, sangat mutlak diperlukan. Agar proses KBM bisa terus berjalan dalam koridor yang positif.

​Diakhir penyampaian, Sahripudin mengajak seluruh orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital dan lingkungan pergaulan anak-anak mereka. Sinergi yang kuat antara pengawasan orang tua dirumah, keteladanan guru disekolah, serta dukungan pemerintah, diyakini akan mampu mengembalikan jati diri bangsa pada generasi mendatang.

​”Apabila seluruh elemen ini berjalan beriringan dan saling melengkapi, kami sangat optimis munculnya karakter luhur anak-anak Indonesia yang berlandaskan Pancasila, pasti berujung terciptanya kehidupan yang aman, adil, makmur, dan sejahtera” paparnya.

(Silo) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *