Berjayanews.com – Perwakilan masyarakat Tulangbawang kembali melanjutkan perjuangan panjang mereka terkait sengketa lahan dengan PT Sugar Group Companies (SGC) dan PT Sweet Indo Lampung Group.
Tokoh masyarakat dari empat kecamatan, Basir, Supri Bakow, Supri, Amran, Dulhadi, dan Hendra Hartono melakukan roadshow ke DPR RI, BPN Lampung, hingga Polda Lampung untuk mendesak penyelesaian konflik agraria yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Kami sudah ke DPAR RI, BPN Lampung, dan POlda. Saat ini Masyarakat memohon agar tuntutan ini segera direalisasikan. Kami ingin keadilan, bukan konflik,” ujar Supri Bakow,” Jumat 21/11/2025).
Ia menegaskan bahwa perjuangan masyarakat bukan untuk memusuhi pihak mana pun, melainkan menuntut pengembalian tanah umbul yang menjadi tempat tinggal dan sumber kehidupan mereka selama turun-temurun.
Sebelumnya, ribuan warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Umbul Menggugat (Jarum) menggelar aksi damai di DPRD Tulangbawang, Kantor Bupati, dan Portal Indo Lampung pada Selasa (11/11/2025).
Mereka membawa tuntutan agar sekitar 266 umbul dengan total luas lebih dari 43 ribu hektare dikeluarkan dari area HGU perusahaan.
Tuntutan Warga Tulangbawang:
Kembalikan tanah umbul masyarakat.
Evaluasi dan ukur ulang HGU PT SGC.
Berikan 20% lahan HGU untuk plasma masyarakat.
Akui tanah umbul sebagai hak masyarakat Tulangbawang.
Berikan perlindungan negara kepada masyarakat beserta wilayah umbulnya.
Tokoh masyarakat kini berharap suara mereka sampai ke Presiden Prabowo dan pemerintah pusat untuk memberikan solusi konkret atas konflik agraria yang telah diwariskan lintas generasi.












